Memuat tanggal...
Logo
Dihadang Polisi, Suara Ibu dan Pekerja Miskin Kota Tuntut Harga Murah serta Lapangan Kerja Layak
Politik 18 June 2026, 15:03 WIB muhamad riski

Dihadang Polisi, Suara Ibu dan Pekerja Miskin Kota Tuntut Harga Murah serta Lapangan Kerja Layak

Namun, di balik ketegangan tersebut, terdapat kegelisahan yang lebih dekat dengan keseharian banyak keluarga kelas pekerja dan perempuan yang memikul beban ekonomi rumah tangga. Kenaikan harga kebutuhan pokok, sempitnya peluang kerja, hingga kekhawatiran terhadap prioritas anggaran negara menjadi isu yang mereka anggap mendesak.

Sumber: Beritamatraman

Bagi kelompok perempuan dari keluarga berpenghasilan rendah, persoalan ekonomi bukan sekadar angka dalam laporan pemerintah. Harga beras, minyak goreng, dan kebutuhan sehari-hari yang terus menekan daya beli menjadi tantangan yang dirasakan langsung di meja makan. Di saat yang sama, lapangan kerja yang dinilai belum mampu menyerap tenaga kerja secara optimal menambah kecemasan terhadap keberlangsungan hidup keluarga.

Melalui aksi tersebut, A.P.I menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintahan Prabowo Subianto, yakni menurunkan harga kebutuhan pokok, menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan layak, serta menolak program MBG yang mereka nilai perlu dikaji kembali dari sisi prioritas dan efektivitas penggunaan anggaran.

Penghadangan yang dilakukan aparat membuat massa tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI. Meski demikian, aksi itu memperlihatkan bahwa persoalan ekonomi masih menjadi titik paling sensitif bagi masyarakat kelas bawah, khususnya perempuan yang selama ini berada di garis depan dalam menjaga keberlangsungan rumah tangga.

Di tengah perdebatan mengenai berbagai program pemerintah, suara kelompok perempuan dan pekerja informal mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan kebijakan publik bagi sebagian besar warga masih sangat sederhana: harga kebutuhan yang terjangkau dan kesempatan kerja yang memberikan kepastian hidup. Ketika dua hal tersebut belum sepenuhnya terpenuhi, ruang-ruang protes akan terus menjadi medium bagi masyarakat untuk menyampaikan kegelisahannya.

Dok: Muhamad Riski

Bagikan Artikel: