Djed Spence Tolak Jabat Tangan Thomas Partey di Piala Dunia 2026, Ini Penyebabnya
Laga Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Ghana yang berakhir imbang 0-0 di Boston pada Selasa (23/6/2026) tidak hanya menyita perhatian karena hasil akhir pertandingan tersebut. Sorotan tertuju pada momen sebelum kick-off ketika bek Inggris Djed Spence tampak menolak berjabat tangan dengan gelandang Ghana, Thomas Partey.

Sumber: REUTERS
Dalam prosesi jabat tangan sebelum pertandingan, Spence terlihat membiarkan tangannya tetap berada di saku jaket saat Partey berjalan melewatinya. Rekaman video yang beredar luas menunjukkan Partey tampak terkejut dengan gestur tersebut sebelum melanjutkan barisan salam dengan pemain Inggris lainnya.
Insiden tersebut segera menjadi perbincangan karena Partey saat ini sedang menghadapi kasus pelecehan di Inggris. Selama pertandingan berlangsung, setiap kali Partey menyentuh bola, sebagian besar pendukung Inggris di stadion juga terdengar mencemoohnya.
Pihak federasi sepakbola Inggris (FA) menolak untuk berkomentar, dengan alasan proses hukum yang masih berlangsung sehingga tidak dapat dikomentari lebih lanjut.
Sementara itu, pelatih Ghana Carlos Queiroz menilai isu tersebut tidak seharusnya menjadi fokus utama dalam sepak bola. Ia mengatakan bahwa pertandingan seharusnya tetap dipisahkan dari urusan politik maupun kontroversi di luar lapangan.
Kontroversi yang Membayangi Thomas Partey
Nama Thomas Partey sudah menjadi sorotan sejak 2025 ketika jaksa Inggris menjatuhkan dakwaan atas sejumlah kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual yang diduga terjadi antara 2020 hingga 2022. Hingga Juni 2026, Partey menghadapi tujuh dakwaan pemerkosaan dan dua dakwaan pelecehan seksual yang melibatkan sejumlah perempuan yang berbeda. Ia sendiri telah membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan tidak bersalah di pengadilan. Sidang kasusnya dijadwalkan berlangsung pada 2027, dan Partey masih bebas bermain sebelum vonis dijatuhkan.
Kasus tersebut berdampak langsung pada kiprahnya di Piala Dunia 2026. Pada laga pertama Ghana melawan Panama di Toronto, Partey tidak dapat bermain setelah otoritas Kanada menolak izin masuknya. Menurut sejumlah laporan, penolakan visa terjadi karena dakwaan pidana kepadanya yang masih berjalan di Inggris. Partey kemudian diizinkan masuk ke Amerika Serikat untuk kembali memperkuat Ghana saat menghadapi Inggris.
Kontroversi ini telah memicu perdebatan luas mengenai apakah seorang atlet yang sedang menghadapi dakwaan serius seharusnya tetap diperbolehkan tampil di ajang olahraga terbesar dunia. Di satu sisi, banyak pihak menyoroti pentingnya menghormati asas praduga tak bersalah. Di sisi lain, kelompok pembela hak asasi perempuan dan sejumlah pengamat menilai kehadiran Partey di panggung internasional menimbulkan persoalan etis.
Sumber: The Guardian, The Independent
Artikel Terkait
Isack Hadjar Absen di GP Belanda, Liam Lawson Dapat Kesempatan Kedua di Red Bull
3 weeks ago
Dokumenter Bongkar Sisi Lain Pep Guardiola di Tahun-Tahun Terakhirnya Bersama Man City
3 weeks ago
Russell Westbrook Pensiun dari NBA, Sang Raja Triple-Double Akhirnya Gantung Sepatu
4 weeks ago