Memuat tanggal...
Logo
Dua Bom Meledak di Damaskus, Lukai 18 Orang di Tengah Kunjungan Presiden Prancis
Politik 07 July 2026, 19:30 WIB Shaddam Putra

Dua Bom Meledak di Damaskus, Lukai 18 Orang di Tengah Kunjungan Presiden Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan kunjungan bersejarah ke Suriah pada Senin (6/7/2026) waktu setempat, menjadi kepala negara dari Uni Eropa pertama yang menginjakkan kaki di Damaskus sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada 2024. Namun, kunjungan tersebut diwarnai serangkaian ledakan yang mengguncang ibu kota Suriah sehari kemudian, memicu kecaman luas dan meningkatkan kekhawatiran terhadap situasi keamanan negara itu.

Sumber: AP Photos

Macron datang atas undangan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa untuk membahas normalisasi hubungan kedua negara serta isu keamanan regional. Delegasi Prancis turut membawa sejumlah pemimpin perusahaan besar dan investor sebagai sinyal bahwa Paris ingin mengambil peran dalam pembangunan kembali Suriah setelah perang saudara lebih dari satu dekade.

Kunjungan ini memiliki makna diplomatik yang besar. Selain menjadi simbol membaiknya hubungan Prancis dan pemerintahan baru Suriah, Macron bernoat untuk menegaskan dukungan terhadap transisi politik yang dipimpin Ahmed al-Sharaa.

Macron menyatakan bahwa Prancis mendukung Suriah yang berdaulat, bersatu dalam keberagamannya serta hidup damai dengan negara-negara tetangganya. Ia juga menegaskan bahwa Suriah harus menjadi negara pluralistik yang melindungi seluruh kelompok etnis dan agama.

Selain isu politik, rekonstruksi ekonomi menjadi agenda utama kunjungan. Delegasi Macron mencakup eksekutif perusahaan energi, logistik dan investasi yang melihat peluang setelah banyak sanksi ekonomi dari Barat terhadap Suriah mulai dicabut dalam beberapa tahun terakhir.

Prancis juga ingin memperdalam kerjasama pemberantasan terorisme, serta memastikan Suriah dapat berdiri secara stabil. Macron bahkan disebut telah meminta secara langsung agar Suriah tidak mengirim pasukan ke Lebanon dalam kondisi apapun, dan Ahmed al-Sharaa menyatakan bahwa pemerintahannya tidak memiliki rencana melakukan hal tersebut.

Ledakan Mengguncang Damaskus

Tak lama setelah rangkaian pertemuan berlangsung, beberapa ledakan terjadi di Damaskus pada Selasa (7/7/2026) waktu setempat. Salah satu ledakan terjadi di dekat hotel yang semula dijadwalkan menjadi lokasi menginap delegasi Prancis.

Menurut otoritas Suriah, sedikitnya 18 orang mengalami luka-luka. Ledakan diyakini berasal dari bom yang dipasang di beberapa titik kota dan menyalahkan kelompok-kelompok yang ingin menggagalkan proses stabilisasi Suriah. Hingga kini, belum ada pihak yang secara resmi mengaku bertanggung jawab.

Pemerintah Suriah mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya untuk merusak momentum pembukaan hubungan internasional yang sedang dibangun negara.

Sementara itu, pemerintah Prancis menyatakan tidak akan membiarkan aksi kekerasan menghalangi upaya diplomasi maupun dukungan terhadap proses rekonstruksi Suriah. Prancis menegaskan komitmennya membantu stabilitas kawasan serta memperkuat hubungan bilateral dengan Suriah, dan Macron beserta delegasi akan melanjutkan kegiatan mereka.

Di media sosial, banyak pengguna memuji keberanian Macron tetap menjalankan kunjungan meski menghadapi ancaman teror tersebut. Di sisi lain, ada yang mengkritik langkah tersebut karena dianggap terlalu cepat memberikan legitimasi kepada pemerintahan baru Suriah yang masih menghadapi berbagai tantangan domestik.

Kunjungan ini diperkirakan menjadi awal fase baru hubungan Prancis-Suriah. Kedua negara berencana memperluas kerja sama di bidang ekonomi, investasi, keamanan serta pembangunan kembali infrastruktur.

Prancis juga diperkirakan akan meningkatkan kehadiran diplomatiknya di Damaskus setelah selama bertahun-tahun hubungan kedua negara dibatasi akibat perang saudara. Selain itu, Prancis akan terus mendorong proses politik yang inklusif sebagai syarat utama dukungan internasional terhadap Suriah.

Bagikan Artikel: