F1 Kembali ke Sepang Setelah 9 Tahun, Hadirkan Tantangan Awam Untuk Generasi Pembalap Baru
Formula 1 akhirnya dipastikan kembali ke Malaysia. Setelah sembilan tahun absen, Sirkuit Sepang akan kembali menggelar balapan F1 pada 2-4 Oktober 2026. Bedanya, balapan ini bukan berstatus Grand Prix Malaysia, melainkan sebagai Gulf Air Bahrain Grand Prix yang dipindahkan akibat konflik di Timur Tengah yang membuat balapan di Bahrain tak memungkinkan digelar sesuai rencana.

Sumber: Formula 1
Keputusan tersebut diumumkan bersama oleh Formula 1 dan FIA setelah berkoordinasi dengan pemerintah Bahrain dan Malaysia. Langkah ini membuat kalender F1 kembali berisi 23 seri sekaligus menjaga komitmen komersial yang sudah disepakati dengan Bahrain.

Sumber: Formula 1
Bagi penggemar lama Formula 1, Sepang adalah salah satu sirkuit yang paling ikonik. Lintasan sepanjang 5,5 kilometer itu dikenal karena kombinasi tikungan cepat, lintasan lurus panjang dan cuaca tropis yang sering berubah drastis hanya dalam hitungan menit. Tak sedikit balapan klasik lahir di sana, termasuk duel sengit Michael Schumacher, Fernando Alonso, Sebastian Vettel hingga terakhir menjamu kemenangan Max Verstappen pada 2017.
Namun ketika F1 kembali menginjakkan kaki di Sepang tahun ini, suasananya akan terasa sangat berbeda. Bukan hanya karena sembilan tahun telah berlalu, tetapi juga karena sebagian besar pembalap di grid saat ini bahkan belum pernah balapan di Sepang sebagai pembalap Formula 1. Banyak nama yang kini menjadi andalan tim-tim papan atas seperti Antonelli, Hadjar, Piastri, bahkan sang juara bertahan Norris belum ada di daftar pembalap ketika Sepang terakhir kali masuk kalender F1 pada 2017.
Artinya, mayoritas pembalap akan menghadapi Sepang layaknya sirkuit baru. Memang mereka bisa mempelajari data simulasi dan menjalani latihan menggunakan simulator, tetapi karakter asli Sepang seperti dengan suhu tinggi, kelembaban ekstrim serta hujan deras yang bisa datang tiba-tiba hanya bisa benar-benar dipahami ketika mobil benar-benar melaju di lintasan.
Perubahan besar juga terjadi di Formula 1 sendiri, yang telah mengalami beberapa kali revolusi teknis. Mobil 2026 menggunakan regulasi aerodinamika dan unit tenaga yang sama sekali berbeda dibanding mobil 2017. Bobot mobil, karakter ban, sistem pemulihan energi hingga cara pembalap menyerang tikungan sudah berubah drastis.
Kembalinya Sepang membuat jadwal F1 menjadi semakin menantang. Balapan di Malaysia akan digelar di antara Azerbaijan dan Singapura, menciptakan rangkaian tiga akhir pekan balapan berturut-turut yang menguras fisik pembalap maupun kru tim. Lokasi Sepang yang relatif dekat dengan Singapura memang memudahkan logistik, tetapi tantangan cuaca tropis bisa menjadi faktor yang bisa mengubah jalannya balapan kapan saja.
Meski hanya berstatus tuan rumah sementara untuk mengisi Bahrain Grand Prix, kembalinya Sepang disambut antusias banyak penggemar. Selama bertahun-tahun, sirkuit ini dianggap sebagai salah satu trek terbaik yang pernah dimiliki Formula 1 sebelum akhirnya keluar dari kalender karena tingginya biaya penyelenggaraan dan menurunnya jumlah penonton. Sembilan tahun kemudian, Sepang mendapat kesempatan baru untuk menghadirkan balapan yang intensif.