FIFA Ubah Keputusan Kartu Merah Balogun, Belgia Pertimbangkan Langkah Hukum
Keputusan FIFA untuk membatalkan hukuman larangan bermain terhadap striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, memicu kontroversi besar hanya sehari sebelum laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan tim nasional sepak bola Belgia.

Sumber: AP
Balogun sebelumnya dipastikan absen setelah menerima kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar. Namun, FIFA secara mengejutkan mengumumkan bahwa hukuman larangan satu pertandingan terhadap sang striker ditangguhkan berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Dengan demikian, Balogun tetap bisa dimainkan saat menghadapi Belgia, meski kartu merahnya tidak dibatalkan. Ia akan menjalani masa percobaan selama satu tahun, dan jika dirinya melakukan pelanggaran serupa, maka hukuman tersebut akan langsung diberlakukan.
Keputusan itu menjadi salah satu yang paling abnormal dalam sejarah Piala Dunia. Selama ini, kartu merah hampir selalu diikuti hukuman larangan bermain otomatis pada pertandingan berikutnya.
AS Nilai Hukuman Awal Sudah Terlalu Berat
Pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino menyambut baik keputusan komite disiplin FIFA.
Menurutnya, timnya sudah menerima hukuman yang cukup berat ketika harus bermain dengan 10 orang selama sekitar 30 menit setelah Balogun diusir keluar lapangan.
Pochettino menegaskan hampir semua orang yang mencintai sepak bola menganggap kartu merah tersebut terlalu keras. Ia mengatakan keputusan FIFA justru mencerminkan nilai keadilan dan integritas olahraga.
Kapten Amerika Serikat, Christian Pulisic, juga menilai pelanggaran Balogun sama sekali tidak memiliki unsur kesengajaan.
Menurutnya, sepanjang turnamen terdapat pelanggaran yang jauh lebih keras tetapi tidak diganjar kartu merah. Pulisic memuji sikap profesional Balogun yang tetap tenang selama proses banding berlangsung dan mengatakan keputusan FIFA terasa sebagai hasil yang pantas.
Belgia Pertimbangkan Langkah Hukum
Di kubu Belgia, reaksi yang muncul justru sangat keras. Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menyindir FIFA dengan mengatakan dirinya mengira tanggal 5 Juli berubah menjadi 1 April (tanggal April Mop) karena keputusan tersebut terdengar seperti lelucon.
Garcia menilai Federasi Sepak Bola Belgia tidak hanya membela kepentingan tim nasional, tetapi juga berupaya menjaga integritas, etika dan prinsip fair play dalam dunia sepak bola.
Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan mereka tidak menyangka perubahan sikap FIFA. RBFA menyatakan bahwa sedang mempelajari seluruh opsi yang tersedia guna melindungi hak seluruh peserta turnamen serta mempertahankan prinsip keadilan dalam sepak bola.
Garcia menegaskan keberadaan Balogun tidak akan mengubah pendekatan timnya dalam menghadapi pertandingan.
Muncul Polemik Soal Dugaan Campur Tangan Politik
Kontroversi semakin membesar setelah sejumlah media melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meminta peninjauan ulang kartu merah Balogun.
Trump kemudian mengucapkan terima kasih kepada FIFA melalui media sosial karena telah “memperbaiki ketidakadilan besar”.
Saat ditanya mengenai laporan tersebut, Pochettino mengaku tidak mengetahui detail komunikasi antara Trump dan Infantino. Ia hanya membenarkan bahwa CEO Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, J.T. Batson, ikut terlibat dalam komunikasi dengan FIFA terkait proses banding Balogun.
Reaksi Dunia Sepak Bola
Keputusan FIFA juga memunculkan perdebatan lebih luas mengenai konsistensi penerapan aturan disiplin.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel mempertanyakan apakah setelah kasus Balogun nanti akan muncul tuntutan agar kartu kuning atau keputusan wasit lainnya juga bisa dibatalkan melalui proses serupa. Ia khawatir standar tersebut membuat batas kewenangan komite disiplin menjadi tidak jelas.
Sementara itu, media-media Belgia menggambarkan keputusan FIFA sebagai langkah yang mengejutkan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Banyak pengamat mempertanyakan konsistensi penerapan aturan disiplin, sementara sebagian pihak di Amerika Serikat menilai keputusan tersebut memang layak diambil mengingat kontroversialnya kartu merah yang diterima Balogun.
Kini seluruh sorotan akan tertuju pada laga Amerika Serikat melawan Belgia. Kedua tim tengah menghadapi tren bermain yang bertolak belakang, dan dampak kontroversi ini akan tampak jelas nanti.
Artikel Terkait
Isack Hadjar Absen di GP Belanda, Liam Lawson Dapat Kesempatan Kedua di Red Bull
3 weeks ago
Dokumenter Bongkar Sisi Lain Pep Guardiola di Tahun-Tahun Terakhirnya Bersama Man City
3 weeks ago
Russell Westbrook Pensiun dari NBA, Sang Raja Triple-Double Akhirnya Gantung Sepatu
4 weeks ago