Memuat tanggal...
Logo
Messi vs Yamal, Pertemuan yang Sudah Ditulis Takdir Sejak 2007
Sport 18 July 2026, 20:48 WIB Shaddam Putra

Messi vs Yamal, Pertemuan yang Sudah Ditulis Takdir Sejak 2007

Menjelang final Piala Dunia 2026, dunia sepak bola kembali diingatkan pada sebuah foto yang dulu nyaris tak berarti. Di dalam foto itu, Lionel Messi yang saat itu masih berusia 20 tahun sedang memandikan seorang bayi dalam sebuah bak kecil. Hampir dua dekade kemudian, bayi itu tumbuh menjadi Lamine Yamal, bintang muda Spanyol yang kini berdiri di hadapan Messi sebagai lawan di laga terbesar dalam sepak bola.

Sumber: Getty

Sulit mencari cerita yang lebih puitis dari ini. Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol kini menjadi simbol pergantian generasi. Di satu sisi ada Messi, legenda hidup yang sudah memenangkan hampir semua gelar yang mungkin diraih seorang pesepak bola. Di sisi lain ada Yamal, talenta berusia 19 tahun yang digadang-gadang sebagai wajah baru sepak bola dunia.

Foto ikonik tersebut diambil pada 2007 dalam sebuah sesi pemotretan amal yang diselenggarakan Barcelona bersama UNICEF. Saat itu, keluarga Yamal terpilih melalui undian untuk berpartisipasi dalam kalender amal. Messi yang masih menjadi pemain muda Barcelona mendapat tugas berpose bersama seorang bayi, tanpa pernah membayangkan bahwa anak itu suatu hari akan menjadi lawan sekaligus penerus generasi emas sepak bola. Foto itu baru benar-benar viral pada 2024 setelah ayah Yamal mengunggahnya ke media sosial.

Kini, menjelang final Piala Dunia, foto tersebut kembali menjadi perbincangan. Dalam sesi Fanatics Fest di New York, Messi akhirnya angkat bicara mengenai momen yang mendadak kembali viral itu.

"Foto itu gila. Kami ada di sini sekarang, saling berhadapan di final setelah foto itu diambil ketika dia masih bayi. Rasanya benar-benar luar biasa."

Namun bagi Messi, cerita indah itu berhenti begitu peluit pertandingan dibunyikan. Ia menegaskan bahwa semua romantisme tersebut harus dikesampingkan karena yang terpenting adalah membawa Argentina kembali menjadi juara dunia.

Di saat yang sama, Messi juga tak ragu memberikan pujian kepada Yamal. Menurutnya, pemain muda Barcelona itu sudah menjadi salah satu pesepak bola terbaik di dunia meski usianya masih sangat muda. Ia bahkan meyakini perkembangan Yamal belum mencapai puncaknya dan masih akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Pujian itu dapat dibuktikan, karena Yamal memang berkembang dengan kecepatan luar biasa. Setelah membantu Spanyol menjuarai Euro 2024 dan menjadi salah satu pemain paling menentukan Barcelona, kini ia membawa negaranya mencapai final Piala Dunia di usia yang bahkan belum menginjak 20 tahun. Banyak yang mulai menyebutnya sebagai pewaris takhta Messi, meski Yamal sendiri berkali-kali menolak perbandingan tersebut dan lebih memilih membangun jalannya sendiri.

Ironisnya, takdir justru mempertemukan keduanya lebih cepat dari yang dibayangkan banyak orang. Sebelumnya mereka dicanangkan akan bertemu dalam laga Finalissima, laga yang mengadu juara dari Eropa dan Amerika Selatan. Namun, laga tersebut diundur dan mereka malah bertemu di panggung yang jauh lebih besar.

Bagi Argentina, laga ini menjadi kesempatan mempertahankan dominasi mereka setelah era kejayaan Messi. Bagi Spanyol, kemenangan akan menandai lahirnya era baru yang dipimpin Yamal. Apapun hasilnya nanti, sepak bola sudah memiliki kisah yang akan dikenang selama puluhan tahun.

Bagikan Artikel: