Perundingan AS-Iran di Swiss Mendadak Dibatalkan, Konflik Israel-Hezbollah Jadi Pemicu
Kelanjutan proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran kembali menuai tanda tanya, setelah perundingan yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6/2026) waktu setempat mendadak dibatalkan. Pertemuan tersebut seharusnya menjadi langkah awal untuk membahas implementasi kesepakatan sementara yang telah ditandatangani kedua negara beberapa hari sebelumnya. Namun, meningkatnya konflik antara Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon membuat agenda diplomatik itu dibatalkan.

Sumber: Reuters
Pembatalan terjadi setelah Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance membatalkan keberangkatannya ke Swiss. Gedung Putih menyebut terdapat kendala logistik, namun sejumlah laporan menyebut situasi keamanan di Lebanon menjadi faktor utama yang mempersulit pelaksanaan perundingan.
DIran juga menunjukkan keraguan untuk hadir. Media pemerintah Iran dan sejumlah pejabat Teheran mempertanyakan komitmen Amerika Serikat terhadap kesepakatan yang baru ditandatangani. Mereka menilai Amerika Serikat belum menunjukkan langkah konkret untuk menjalankan isi perjanjian, terutama terkait penghentian konflik di kawasan Timur Tengah.
Pemicu pembatalan ini bermula dari serangan Hezbollah, yang menewaskan sejumlah tentara Israel dalam bentrokan di Lebanon selatan. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan udara yang menewaskan dan melukai puluhan orang. Bentrokan tersebut menjadi eskalasi terbesar sejak gencatan senjata yang diberlakukan antara kedua belah pihak.
Eskalasi tersebut sangat sensitif karena kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran secara eksplisit menyerukan penghentian operasi militer di seluruh kawasan, termasuk Lebanon. Pemerintahan Presiden Donald Trump bahkan telah mendesak semua pihak untuk menjaga stabilitas agar proses negosiasi dapat berlanjut.
Perundingan di Swiss sejatinya dirancang sebagai tahap pertama dari masa negosiasi selama 60 hari. Dalam periode tersebut, AS dan Iran diharapkan menyusun perjanjian permanen yang mencakup isu program nuklir Iran, sanksi ekonomi, keamanan kawasan, serta pembukaan kembali jalur perdagangan sumber daya melalui Selat Hormuz.
Kesepakatan sementara yang ditandatangani sebelumnya telah menghasilkan sejumlah perkembangan penting. Iran mulai membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz, dan Amerika Serikat secara bertahap mencabut blokade laut yang diberlakukan selama konflik berlangsung. Data pelayaran menunjukkan aktivitas kapal di jalur strategis tersebut mulai pulih setelah perjanjian diumumkan.
Untuk saat ini, baik Amerika Serikat maupun Iran belum menyatakan bahwa negosiasi telah gagal. Kedua pihak masih membuka peluang melanjutkan pembicaraan setelah situasi keamanan di Lebanon mereda. Pemerintah Swiss juga menyatakan akan tetap siap menjadi tuan rumah apabila kedua pihak sepakat menjadwalkan ulang perundingan tersebut di masa mendatang.
Sumber: BBC, The Guardian
Artikel Terkait
Bos Sindikat Jual Bayi Divonis 7 Tahun, Hukuman yang Dinilai Belum Sebanding dengan Kejahatannya
1 day ago
Aktivis Pro-Palestina Diisolasi 23 Jam Sehari, Irlandia Desak Jerman Beri Penjelasan
2 days ago
Dana Pakan Satwa Diduga Dikorupsi Rp10 Miliar, Mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditahan
2 days ago