Preview Piala Dunia: Grup A, Empat Tim Dengan Kans Yang Setara
Grup A terdiri dari tuan rumah Meksiko, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Ceko.
Meksiko

Sumber: AP Photos
Hadir sebagai tuan rumah, Meksiko adalah tim Pot 1 yang dianggap realistis untuk ditaklukkan tim-tim segrupnya. Meskipun memiliki budaya sepakbola yang kuat dan liga lokal yang mumpuni, timnas yang dijuluki El Tri itu seringkali jatuh dari ekspektasi mereka yang seharusnya di panggung dunia.
Apalagi, kali ini timnas itu menghadapi kemerosotan. Pada Piala Dunia sebelumnya, Meksiko gagal untuk keluar dari grup mereka—kali pertama terjadi sejak 1978. Ditambah dengan skuad yang semakin menua, banyak yang mempertanyakan kans Meksiko untuk meninggalkan jejak di Piala Dunia ini.
Tentunya, kondisi sekarang berbeda dari biasanya. Meksiko akan didukung langsung oleh warga tanah air mereka, dan supporter Meksiko sangat lantang dan hebat dalam menciptakan atmosfer mencekam bagi lawan. Meksiko juga masih diperkuat oleh beberapa pemain yang langganan bermain di Eropa seperti Edson Álvarez, Raúl Jiménez, dan Santiago Giménez. Mereka ditambah pemain-pemain dari Liga Meksiko, yang notabene cukup kompetitif di jenjang nasional dan kontinental. Dan yang pasti, mereka juga masih dikawal oleh kiper legendaris Guillermo Ochoa.
Player to Watch: Gilberto Mora

Sumber: Getty
Sebagai pemain termuda di Piala Dunia edisi ini, Mora memberikan suntikan darah muda kepada skuat El Tri.
Walau masih berusia 17 tahun, Mora dipandang sebagai salah satu pemain bintang pada tim ini. Performanya memikat pemerhati sepak bola ketika pertama kali dipanggil timnas di perhelatan Gold Cup setahun yang lalu, dan kemampuannya semakin meningkat sejak saat itu. Kemungkinan besar Mora akan meninggalkan jejak yang berkesan pada Piala Dunia ini, dan mengundang minat dari berbagai klub besar di Eropa.
Afrika Selatan

Sumber: Instagram/South Africa FA
Afrika Selatan meraih posisi di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2010, tahun di mana mereka menjadi tuan rumah.
Kali ini, jalan Bafana Bafana tidak semulus dulu. Drama terjadi saat kualifikasi, di mana mereka memainkan seorang pemain yang seharusnya terkena suspensi, sehingga mereka menerima pengurangan 3 poin. Meski begitu, Afrika Selatan menunjukkan ketangguhan mereka dengan mengungguli Grup kualifikasi—satu poin di atas Nigeria, tim yang sering dianggap kuat dari Afrika namun gagal meraih posisi di Piala Dunia ini.
Afrika Selatan diperkuat oleh banyak pemain dari liga nasional mereka, yang notabene merupakan salah satu liga terbaik di Afrika. Mamelodi Sundowns, klub dari liga tersebut, baru saja memenangkan Liga Champions Afrika, dan beberapa punggawanya akan menjadi tulang punggung dari skuat timnas ini. Kans mereka cukup kecil untuk bisa keluar dari grup, tapi momen ajaib dark Joel Tsabalala 11 tahun yang lalu masih mungkin terulang kembali.
Player to Watch: Teboho Mokowena

Sumber: Sunday Independent
Skuat timnas ini lebih bergantung pada kekuatan kerja sama tim ketimbang satu bintang, tapi pemain lini tengah Teboho Mokowena adalah sang penyangga yang merekatkan setiap kepingan dari tim ini. Pemain Mamelodi Sundowns ini diyakini dapat membantu Afrika Selatan ketika bertahan dan menyerang.
Korea Selatan

Sumber: AFP
Korea Selatan mungkin dipandang sebagai salah satu tim jagoan dari Benua Asia, namun mereka memasuki Piala Dunia ini dengan penuh keraguan. Meski berhasil mengamankan kualifikasi tanpa kesulitan, banyak yang beranggapan kalau tim ini tak akan bisa berjalan terlalu jauh.
Akibat terbesar dari anggapan ini adalah Son Heung-min, pemain mega bintang mereka yang tak lagi muda. Berusia 33 tahun, ia tak setajam hari-harinya di Tottenham dan kemungkinan besar akan menghadapi Piala Dunia terakhirnya. Belum lagi, ia memasuki turnamen ini dengan deretan performa buruk dari tingkat klub bersama LAFC.
Pemain-pemain bintang lain seperti Kim Min-jae dan Lee Kang-in diperkirakan akan menerima obor dari Son, namun mereka berdua menghadapi masalah tersendiri. Keduanya tak mendapatkan jam terbang banyak di klub mereka masing-masing (Bayern dan PSG), jadi kesegaran pemain dan konsistensi menjadi permasalahan.
Ditambah sejumlah pemain kunci lain yang bermasalah dengan cidera, pelatih Hong Myung-bo dipastikan harus memutar otak apabila ingin membawa Korsel menembus grup, apalagi menembus Babak 32 besar
Player to Watch: Oh Hyeon-gyu

Sumber: Getty
Striker berusia 25 tahun ini tengah menikmati musim terbaiknya di tingkat klub, dengan 6 gol dalam 13 permainan untuk Beşiktaş di Liga Turki. Kalau ada yang bisa menggantikan Son, Oh memiliki kans terbesar untuk melakukan hal tersebut.
Ceko
Sumber: REUTERS
Sebagai tim dari Eropa dengan nama-nama yang cukup mentereng, mungkin tak banyak yang menyadari bahwa terakhir kali Ceko mengikuti Piala Dunia adalah 20 tahun yang lalu. Generasi pemain ini belum pernah merasakan atmosfir Piala Dunia sebelumnya, dan mereka akan haus untuk meninggalkan jejak.
Sayangnya, Ceko terhendat oleh sebuah faktor yang besar, yakni mereka tak memiliki pemain yang bertalenta di bidang teknik. Untuk menanggulangi hal tersebut, mereka mengandalkan fisik dan agresivitas dalam bertahan, mengundang tim lawan untuk menyerang dan memanfaatkan kesalahan yang bisa terjadi dari serangan tersebut.
Hal itu terbukti dengan jalan mereka menuju Piala Dunia ini, di mana mereka harus melalui ronde Play-off. Di kedua pertandingan ronde tersebut, mereka berhasil dengan menjaga skor seri dan menang lewat adu penalti.
Kesebelasan mereka nanti akan mengandalkan beberapa bintang dari luar Ceko, ditambah pemain-pemain dari Liga Nasional mereka. Ceko akan menjadi lawan yang tangguh, sebuah underdog yang bisa mengejutkan siapapun oposisinya.
Player to Watch: Patrick Schick

Sumber: AFP
Punggawa Bayer Leverkusen ini akan menjadi ujung tombak yang sangat mematikan bagi Ceko. Kehandalannya dalam menciptakan sebuah momen gol dari nol tak bisa dipungkiri, dan ia sangat terkenal dengan gol-gol menit akhirnya.