Seskab Teddy Sebut Kunjungan Mancanegara Prabowo Pakai Dana Pribadi, Warganet Malah Curiga
Sejak pertama kali menjabat pada Oktober 2024 sampai Mei 2026, Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah melakukan 53 kunjungan ke luar negeri, dengan kunjungan paling terkini ke Prancis. Rata-rata, Prabowo mengunjungi dua sampai tiga negara per bulannya.
![]()
Sumber: Youtube/Sekretariat Presiden
Kunjungan-kunjungan tersebut semakin disorot dan menuai kritik dari berbagai pihak. Salah satunya berasal dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal, yang mengunggah video kritik di akun media sosialnya.
Dalam video tersebut, Dino menyarankan agar Prabowo mengurangi kunjungan-kunjungannya. Ia menyatakan bahwa Prabowo adalah pemimpin negara yang paling sering berkunjung ke luar negeri, yang notabene memakan biaya yang begitu besar dari anggaran negara. Mengingat situasi perekonomian di Indonesia yang sedang buruk—ditandai dengan rekor lemahnya daya tukar Rupiah—Dino menyarankan bahwa hubungan bilateral bisa dipertahankan dengan melakukan zoom call atau menerima tamu dari luar negeri ketimbang menjadi tamunya.
Video itu pun mendapatkan respon langsung dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Dari akun resmi Sekretariat Kabinet Indonesia, Teddy menjelaskan bahwa kelebihan biaya dari kunjungan-kunjungan Prabowo ditanggung oleh dana pribadi Presiden, dan sama sekali tidak menggunakan anggaran negara.
Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo.
Teddy juga menjelaskan bahwa jumlah rombongan kunjungan berkurang apabila dibandingkan dengan periode Jokowi, dari biasanya 120 orang sekarang hanya 52 orang.
Perihal tujuan dari semua kunjungan-kunjungan ini, Teddy menyebutkan bahwa Prabowo adalah presiden yang menjabat di tengah-tengah krisis dunia, sehingga menjalin hubungan antar pemimpin negara adalah kewajiban baginya.
(...) setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia. Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan. Tidak, kita harus panen hubungan yang baik.
Bukannya membuat suara rakyat mereda, banyak yang semakin menyorot permasalahan ini setelah diunggahnya klarifikasi tersebut. Sejumlah warganet berpendapat bahwa dengan menggunakan anggaran pribadi, kunjungan-kunjungan LN Prabowo justru tidak tertib dengan administrasi dan membuat pertanggungjawaban kegiatannya tidak jelas.
Kalau bener pake uang sendiri, malah jadi gak tertib administrasi. Ini mah jadi nyampur-nyampur mana agenda pribadi dan mana agenda kenegaraan. Ketika semua yang terkait kebijakan, harusnya pakai APBN supaya jelas pertanggungjawabannya.” - @AnggaPutraF via X.
Selain itu, warganet juga mempertanyakan apakah kunjungan sebanyak itu bisa ditanggung secara pribadi. Beberapa kembali mengangkat 1,098 ekor sapi hewan kurban yang dibayar menggunakan anggaran negara, namun mengatasnamakan Prabowo.
Qurban aja pake APBN, masa jalan-jalan pake dana pribadi?” - @ustadchen via X.