Memuat tanggal...
Logo
SMRC: Ketidakpuasan Publik terhadap Ekonomi Menggerus Dukungan untuk Prabowo
Politik 30 July 2026, 14:18 WIB Shaddam Putra

SMRC: Ketidakpuasan Publik terhadap Ekonomi Menggerus Dukungan untuk Prabowo

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadapi sinyal peringatan serius dari hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Lembaga survei tersebut menyebut bahwa jika pemilihan presiden digelar saat ini, peluang Prabowo untuk kembali menang jauh lebih kecil dibanding saat Pemilu 2024.

Sumber: Youtube/Sekretariat Kabinet

Berdasarkan survei SMRC yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026 terhadap 749 responden, tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo kini berada di angka 51,1 persen. Angka tersebut turun drastis dari 81,2 persen pada November 2025 dan 66,4 persen pada survei sebelumnya pada Maret 2026

Menurut SMRC, penurunan kepuasan itu berimbas langsung pada elektabilitas. Dalam simulasi jika pemilihan presiden dilaksanakan hari ini, Prabowo disebut tidak lagi berada dalam posisi sekuat saat memenangkan Pilpres 2024. Salah satu faktor utamanya adalah perubahan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional.

Hampir separuh responden, tepatnya 49,4 persen, menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini buruk atau sangat buruk. Sebaliknya, hanya sekitar 15,7 persen yang merasa kondisi ekonomi masih baik. Angka ini menjadi salah satu yang terendah dalam beberapa tahun terakhir menurut catatan SMRC.

Tidak hanya ekonomi, penilaian publik terhadap situasi politik dan penegakan hukum juga ikut memburuk. Sebanyak 42,8 persen responden menilai kondisi politik nasional buruk atau sangat buruk, sementara penilaian positif terhadap situasi politik hanya mencapai 13,5 persen. Lebih dari sepertiga responden juga menganggap penegakan hukum berada dalam kondisi yang kurang baik

Salah satu program unggulan Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis, turut menjadi sorotan. Program yang semula menjadi andalan kampanye dinilai menghadapi berbagai kendala pelaksanaan, mulai dari distribusi hingga efisiensi anggaran. Pemerintah sendiri mengakui masih melakukan berbagai pembenahan terhadap program tersebut setelah hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik yang menurun tajam.

Penting dicatat bahwa hasil survei bukanlah hasil pemilu. Elektabilitas dapat berubah seiring waktu, apalagi Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi. Faktor seperti perbaikan ekonomi, keberhasilan program pemerintah, stabilitas politik hingga munculnya tokoh-tokoh baru dapat mengubah peta dukungan masyarakat. Meskipun demikian, survei SMRC memberikan pesan yang cukup jelas. Penurunan popularitas Prabowo dipengaruhi oleh persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang mereka rasakan sehari-hari, dan pemerintah harus bekerja ekstra keras untuk memperbaiki perspektif negatif tersebut.

Bagikan Artikel: