Memuat tanggal...
Logo
Intel Tiru Industri Smartphone untuk Hadirkan Laptop Murah yang Lebih Bagus
Tekno 11 June 2026, 23:10 WIB Shaddam Putra

Intel Tiru Industri Smartphone untuk Hadirkan Laptop Murah yang Lebih Bagus

Intel mengungkap lebih banyak detail mengenai Project Firefly, sebuah inisiatif yang dirancang untuk mengubah cara laptop kelas menengah dan entry-level dibuat. Bersama prosesor baru mereka yang bernama Wildcat Lake (dipasarkan sebagai Intel Core Series 3), Intel ingin menghadirkan laptop yang lebih tipis, lebih premium, dan lebih murah tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan.

Sumber: Intel

Menurut Intel, selama bertahun-tahun pasar laptop murah seringkali menjadi tempat pembuangan teknologi lama. Ketika fitur-fitur baru hadir di laptop premium, konsumen kelas bawah biasanya harus menunggu beberapa tahun sebelum teknologi tersebut turun ke segmen yang lebih murah.

Project Firefly hadir untuk memutus pola tersebut. Intel berargumen bahwa konsumen tidak membeli prosesor ketika membeli laptop, tapi bagian-bagian lainnya juga. Karena itu, penghematan biaya tidak cukup dilakukan pada chip saja, tetapi harus mencakup layar, motherboard, sistem pendingin, baterai, hingga proses manufakturnya.

Hal paling menarik dari Project Firefly adalah sumber inspirasinya, yakni industri smartphone. Intel melihat bahwa rantai pasok ponsel pintar, khususnya di Tiongkok, jauh lebih efisien dibanding industri PC tradisional. Volume produksinya sangat besar, komponen-komponennya sudah matang, dan siklus pengembangannya jauh lebih cepat. Karena itu, Intel mencoba meminjam pendekatan tersebut untuk laptop.

Alih-alih membiarkan setiap produsen merancang laptop murah dari nol, Intel menyediakan desain referensi yang bisa dimodifikasi oleh mitra seperti Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo. Dengan pendekatan ini, biaya riset dan pengembangan dapat ditekan sekaligus mempercepat waktu peluncuran produk.

Laptop Firefly pertama diperkirakan akan dijual pada kisaran 449-600 dolar AS (sekitar Rp7,3–9,8 juta), yang menempatkannya langsung berhadapan dengan Chromebook premium dan laptop ARM kelas menengah.

Intel berharap produsen dapat menggunakan penghematan biaya dari desain internal untuk meningkatkan aspek yang lebih terlihat oleh konsumen. Kualitas layar, bodi logam, baterai yang lebih besar, dan desain yang lebih tipis dapat ditawarkan pada tingkat harga yang lebih rendah.

Jika strategi Firefly berhasil, Intel bisa mengubah persepsi lama bahwa laptop murah identik dengan perangkat lambat, tebal, dan penuh kompromi. Alih-alih berlomba membuat prosesor yang lebih cepat, Intel tampaknya sedang mencoba memperbaiki seluruh ekosistem laptop murah dari hulu ke hilir, persis seperti yang dilakukan industri smartphone selama satu dekade terakhir.

Bagikan Artikel: