Memuat tanggal...
Logo
Pinjol, Judol, dan Investasi Ilegal Makin Mengintai, Malahayati Consultant Edukasi Warga Srengseng
Lifestyle 31 August 2026, 18:32 WIB Muhammad Aldiyansyah Rizqi

Pinjol, Judol, dan Investasi Ilegal Makin Mengintai, Malahayati Consultant Edukasi Warga Srengseng

JAKARTA BARAT — Ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online (judol), hingga investasi ilegal masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius masyarakat. Di tengah kemudahan teknologi digital, masyarakat semakin mudah mengakses berbagai layanan keuangan maupun platform digital, namun di sisi lain juga semakin rentan menjadi sasaran penipuan dan praktik keuangan ilegal.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga 30 Juli 2026 menunjukkan tingginya persoalan tersebut. OJK menerima 22.394 pengaduan terkait pinjaman online ilegal dan 3.161 pengaduan terkait investasi ilegal. Dalam periode yang sama, ratusan entitas pinjol dan investasi ilegal juga telah dihentikan kegiatannya.

Ancaman serupa juga terlihat pada fenomena judi online. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat nilai transaksi judi online sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai Rp86,82 triliun. Besarnya perputaran uang tersebut menunjukkan bahwa judi online bukan lagi persoalan yang dapat dianggap sepele, termasuk bagi masyarakat di wilayah perkotaan seperti Jakarta.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi dan pendampingan masyarakat. Tidak cukup hanya mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati, tetapi juga diperlukan pemahaman mengenai bagaimana mengenali risiko, menghadapi persoalan yang sudah terjadi, hingga mengambil langkah untuk keluar dari masalah tersebut.

Hal inilah yang menjadi perhatian Malahayati Consultant melalui kegiatan sosialisasi mengenai dampak negatif pinjaman online, judi online, dan investasi ilegal di Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat.

Founder dan CEO Malahayati Consultant Ahmad Maulana (Bang Ujay) dan Kacab Srengseng dalam sesi foto bareng setelah selesai sosialisasi | Dok. Mative Media

Founder dan CEO Malahayati Consultant, Ahmad Maula Ujay, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Kantor Cabang Srengseng. Kehadiran mereka menjadi bagian dari komitmen Malahayati Consultant untuk semakin dekat dengan masyarakat dan memberikan pemahaman mengenai berbagai persoalan finansial yang muncul di tengah perkembangan dunia digital.

Bagi Malahayati Consultant, edukasi merupakan langkah awal. Masyarakat perlu mengetahui risiko sebelum mengambil keputusan finansial, tetapi bagi mereka yang sudah terlanjur terjebak, persoalannya tidak selesai hanya dengan diberikan informasi.

Malahayati Consultant juga memberikan pendampingan kepada masyarakat yang telah menghadapi persoalan finansial, mulai dari membantu memahami kondisi yang sedang dihadapi, memberikan arahan mengenai langkah yang dapat dilakukan, hingga mendampingi proses penyelesaian masalah tersebut.

Pendekatan tersebut dilakukan karena dampak pinjol ilegal, judi online, maupun investasi ilegal sering kali tidak berhenti pada kerugian uang. Persoalan tersebut dapat memengaruhi kondisi keluarga, pekerjaan, hubungan sosial, hingga ketenangan hidup seseorang.

Karena itu, Malahayati Consultant memandang proses pemulihan juga membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Masyarakat yang sudah mengalami persoalan tidak seharusnya hanya diberi tahu mengenai kesalahannya, tetapi perlu dibantu memahami situasinya dan diarahkan agar dapat kembali menata kondisi finansialnya.

Dengan pendekatan tersebut, Malahayati Consultant tidak hanya menempatkan diri sebagai pihak yang memberikan edukasi, tetapi juga sebagai pendamping bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam menghadapi persoalan finansial.

Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu bagaimana menghindari masalah, tetapi juga tahu bahwa ketika masalah sudah terjadi, mereka tidak harus menghadapinya sendirian,

menjadi semangat dalam upaya pendampingan yang dilakukan Malahayati Consultant.

Founder dan CEO Malahayati Consultant Ahmad Maulana (Bang Ujay) dan Kacab Srengseng dalam sesi foto bareng setelah selesai sosialisasi | Dok. Mative Media

Kegiatan di Srengseng menjadi salah satu bentuk nyata pendekatan tersebut. Edukasi diberikan agar masyarakat semakin waspada terhadap berbagai modus yang berkembang, sementara pendampingan diberikan bagi mereka yang sudah terlanjur menghadapi persoalan dan membutuhkan jalan keluar.

Di tengah derasnya perkembangan layanan digital, masyarakat memang dituntut semakin cerdas dalam mengambil keputusan. Tawaran pinjaman cepat, keuntungan investasi yang tidak masuk akal, maupun ajakan mendapatkan uang secara instan perlu disikapi dengan kewaspadaan.

Pada akhirnya, mencegah masyarakat terjerumus merupakan langkah pertama. Namun, membantu mereka yang sudah terlanjur terjebak untuk bangkit dan kembali menata kehidupannya merupakan proses yang tidak kalah penting.

Melalui edukasi dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Malahayati Consultant berupaya hadir bukan hanya ketika persoalan telah terjadi, tetapi juga dalam proses masyarakat untuk memahami, menyelesaikan, dan memulihkan kondisi finansialnya.

Bagikan Artikel: