Preview Piala Dunia: Grup B, Pembuktian Kanada dan Kesempatan Untuk Bosnia
Grup B terdiri dari tuan rumah Kanada, Bosnia-Herzegovina, Qatar dan Swiss.
Kanada

Sumber: AFP/Getty
Tuan rumah kedua di Piala Dunia ini membutuhkan pembuktian setelah performa buruknya di edisi Piala Dunia yang lalu.
Benar saja, ekspektasi mereka cukup tinggi meskipun gagal mencatat poin di Qatar empat tahun yang lalu. Hal ini karena mereka semakin kuat sejak turnamen tersebut, terbukti dari performa mereka di Copa America 2024—di mana mereka berhasil meraih Semi Final, hanya takluk oleh pemenang turnamen Argentina.
Diperkuat oleh sejumlah punggawa tim-tim elit di Eropa seperti Alphonso Davies, Jonathan David dan Ismaël Koné, Kanada diyakini akan melakukan lebih dari performa mengecewakan mereka di 2022. Apalagi dengan lawan-lawan grup yang sangat realistis untuk dikalahkan.
Player to Watch: Moïse Bombito

Sumber: AP
Kelemahan Kanada selama ini selalu terletak pada posisi lini belakang, yang selalu rapuh dan tak memiliki pemain-pemain berkualitas. Namun, bek bintang Moïse Bombito diyakini akan menjadi obat dari masalah tersebut. Musim lalu, dirinya melejit bersama Nice menjadi salah satu prospek bek tertinggi dari Kanada.
Satu hal yang menjadi masalah adalah Bombito jarang bermain musim ini akibat cedera, jadi kesegarannya dapat diragukan. Bagaimanapun juga, ia akan mengepalai pertahanan Kanada apabila dirinya siap.
Bosnia-Herzegovina

Sumber: Getty
Kehadiran Bosnia-Herzegovina di Piala Dunia ini dipenuhi drama. Terakhir kali hadir pada 2014, tak ada yang menduga bahwa negara ini akan kembali di panggung dunia—apalagi dengan Italia sebagai rintangan terakhir mereka di babak kualifikasi. Namun, entah bagaimana, mereka berhasil menyayat hati penggemar tim Negara Pisa tersebut dan hadir di Piala Dunia ini.
Satu hal yang bisa digarisbawahi dari tim ini adalah usia, di mana pelatih Sergej Barbarez memanggil salah satu skuat termuda di Piala Dunia dengan rata-rata usia 26,4 tahun. Sistem yang diterapkan sang pelatih memanfaatkan semangat muda ini—mereka fokus terhadap pertahanan agresif dan serangan balik yang cepat. Edin Dzeko akan dikawal oleh banyak pemain muda untuk menjadi ujung tombak.
Bosnia-Herzegovina sudah sepatutnya bangga untuk meraih Piala Dunia, dan berharap akan meninggalkan kesan pada grup ini. Namun, sulit untuk meyakini bahwa mereka akan melejit lebih dari itu.
Player to Watch: Kerim Alajbegovic

Sumber: IMAGO
Pemain lini tengah berusia 18 tahun ini menjadi prospek yang menjanjikan untuk Bosnia-Herzegovina. Gesit, cerdik dan jauh lebih dewasa ketimbang usianya, Alajbegovic sudah mengundang minat dari klub seperti Bayer Leverkusen dengan performanya. Ia diyakini akan menjadi pemain kunci selain Dzeko dalam tim ini.
Qatar

Sumber: Qatar FA
Mantan tuan rumah Piala Dunia edisi lalu ini tidak meninggalkan kesan terbaik kala itu. Terbantai di grupnya, banyak yang menyepelekan Qatar dan menganggap mereka sebagai tim lemah yang bermodal posisi tuan rumah.
Namun, kali ini situasinya berbeda. Qatar berhasil lolos ke Piala Dunia melalui usaha sendiri, dan mereka tiba sebagai juara Piala Asia 2 kali berturut-turut. Pertanyaannya adalah, apakah mereka bisa memindahkan kehebatan tersebut di panggung dunia?
Babak kualifikasi mereka sebenarnya kurang mengesankan, dengan kekhawatiran terbesar di posisi lini belakang. Mereka memiliki diferensial gol sebesar -7 di kualifikasi, membiarkan gawang mereka terjebol 24 kali dalam 10 pertandingan. Pelatih Julen Lopetegui harus memutar otak supaya kerapuhan itu tidak terjadi lagi, apabila ia ingin menjaga kans lolos dari ronde grup.
Player to Watch: Akram Afif

Sumber: Getty
Pemain yang selalu bersinar di tingkat Asia, ini kesempatan kedua bagi Afif untuk menunjukkan talentanya di panggung dunia. Bermain di Liga Nasional Qatar, ia menjadi nama yang mentereng di timnasnya dengan mencatatkan hat-trick di final Piala Asia.
Swiss

Sumber: REUTERS
Bisa dibilang kalau timnas Swiss adalah tim yang paling konsisten di panggung dunia; termasuk sekarang, mereka enam kali berturut-turut melewati kualifikasi, dan sudah empat kali lolos dari ronde grup. Meski begitu, mereka seringkali kesulitan menembus batas mereka setelah itu, hampir selalu tersingkir di Ronde 16 besar.
Tim Swiss kali ini diperkuat oleh kombinasi bintang veteran seperti Granit Xhaka, Denis Zakaria dan Manuel Akanji, ditambah darah-darah baru; Dan Ndoye, Fabian Rieder dan Johan Manzambi menjadi pemain-pemain muda yang menjanjikan bagi Swiss. Pelatih Murat Yakin diyakini akan bermain dengan formasi 3-4-3, mengedepankan pertahanan yang kuat dan kerja keras dari lini tengah. Dengan grup yang terbilang cukup terbuka, Swiss punya kesempatan untuk mengakhiri fase grup sebagai tim terbaik di sini.
Player to Watch: Johan Manzambi

Sumber: Getty
Pemain kelahiran 2005 ini sangat mengesankan di tingkat klub bersama Freiburg. Ia sangat serbaguna, bisa ditempatkan di posisi nomor 6, 8, 10 atau bahkan di posisi-posisi sayap. Apabila ia bisa membawa performa klubnya di sini, klub-klub besar pasti akan berdatangan padanya.