Memuat tanggal...
Logo
Resmi Latih Persija Jakarta Tiga Musim, Target Juara Jadi Misi Comeback Shin Tae-yong
Sport 08 June 2026, 20:00 WIB Muhammad Aldiyansyah Rizqi

Resmi Latih Persija Jakarta Tiga Musim, Target Juara Jadi Misi Comeback Shin Tae-yong

JAKARTA – Teka-teki mengenai sosok juru taktik baru Persija Jakarta akhirnya terjawab secara resmi. Manajemen Macan Kemayoran secara konfirmasi resmi mengumumkan penunjukan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala baru untuk mengarungi kompetisi musim depan. Kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia ini langsung memicu reaksi masif di berbagai platform media sosial, sekaligus melambungkan ekspektasi publik sepak bola ibu kota yang merindukan gaya permainan modern dan berprestasi.

Jejak Strategis: Portofolio Internasional Menuju Kompetisi Domestik

Sebelum memutuskan berlabuh di Jakarta International Stadium (JIS), Shin Tae-yong memiliki reputasi panjang di level internasional. Juru taktik asal Korea Selatan ini pernah memimpin negaranya menumbangkan Jerman di Piala Dunia 2018 melalui pendekatan disiplin yang ketat. Karakteristik kepemimpinan tersebut kemudian ia terapkan saat menukangi Timnas Indonesia sejak akhir 2019.

Sumber: Kompascom / Saat STY masih menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia

Selama menahkodai Skuad Garuda, ia melakukan restrukturisasi fundamental dengan memotong generasi, memprioritaskan kedisiplinan pemain, serta mengubah struktur fisik dan mentalitas pemain lokal. Metodologi ini terbukti efektif membawa Timnas Indonesia menembus babak gugur Piala Asia dan mendongkrak peringkat FIFA dari kisaran 170 ke posisi 130 besar. Pengalaman menjinakkan ego kompetisi dan mengubah kultur sepak bola nasional inilah yang kini dibawa olehnya ke dalam internal skuad Persija Jakarta.

Nilai Kontrak Fantastis dan Komitmen Jangka Panjang

Langkah manajemen Persija Jakarta dalam memboyong pelatih kelas dunia ini melibatkan komitmen finansial dan durasi kerja yang signifikan. Manajemen resmi mengikat Shin Tae-yong dengan kontrak jangka panjang berdurasi tiga musim. Momen ini sekaligus menjadi penanda comeback resmi sang pelatih di kancah sepak bola tanah air setelah sempat dilepas oleh Timnas Indonesia.

Sumber: Instagram/ Persija Jakarta

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lingkaran industri olahraga, nilai kontrak yang disepakati untuk mengamankan tanda tangan pria berusia 55 tahun ini diperkirakan mencapai angka puluhan bahkan ratusan miliar rupiah per musim. Nominal tersebut tidak hanya menempatkannya sebagai pelatih dengan bayaran tertinggi dalam sejarah Liga 1, tetapi juga melampaui standar anggaran belanja klub-klub mapan di kawasan Asia Tenggara.

Bagi manajemen Persija, realisasi investasi masif ini merupakan langkah struktural yang rasional demi mengembalikan kejayaan klub di jalur perebutan trofi juara. Melalui dukungan finansial strategis dari kemitraan korporasi besar di belakang layar, perekrutan ini menjadi simbol pergeseran ambisi klub ibu kota untuk menerapkan standar sepak bola profesional yang seutuhnya.

Sumber: Bolacom

Bagikan Artikel: