Memuat tanggal...
Logo
Steam Machine Resmi Seharga US$1.049, Tingginya Harga Disebabkan Industri AI
Tekno 24 June 2026, 19:18 WIB Shaddam Putra

Steam Machine Resmi Seharga US$1.049, Tingginya Harga Disebabkan Industri AI

Valve akhirnya memberikan harga resmi untuk Steam Machine, sebuah PC pra-rakit yang ditujukan sebagai kompetitor dalam pasar konsol. Alih-alih disambut euforia, perangkat tersebut justru memicu perdebatan besar karena harganya yang dipatok pada 1.049 dolar AS untuk model dasar 512 GB, atau sekitar 17 juta Rupiah.

Sumber: Future

Harga tersebut membuat banyak orang membandingkannya dengan PlayStation 5 dan Xbox Series X yang memiliki harga lebih murah, serta terhadap PC-PC rakitan sendiri yang juga jauh lebih ekonomis. Pertanyaannya, mengapa Valve berani mematok harga setinggi itu?

Kondisi Pasar Komponen Yang Bergejolak Jadi Sebab Utama

Menurut penjelasan Valve, harga awal Steam Machine sebenarnya direncanakan lebih rendah. Namun, kondisi pasar komponen komputer berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Valve mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan memori RAM dan penyimpanan SSD dari industri kecerdasan buatan (AI) membuat harga komponen melonjak dan pasokannya semakin terbatas. Beberapa komponen bahkan sempat sulit diperoleh dalam jumlah yang cukup untuk produksi massal.

Dilansir XDA Developers, Valve mengaku bahwa mereka tidak punya daya tawar terhadap produsen memori karena perusahaan-perusahaan AI membeli RAM dan dalam jumlah jauh lebih besar dibanding produsen perangkat gaming. Akibatnya, Valve tidak bisa menawar harga komponen seperti yang dilakukan perusahaan teknologi yang lebih besar dari mereka.

Valve awalnya memperkirakan harga komponen akan terus turun menjelang 2026, tetapi ledakan AI justru membuat harganya meningkat tajam.

Valve Tidak Mau Jual Rugi, Harga Dekat Dengan Tarif Produksi

Selain karena itu, Valve juga tidak ingin jual rugi seperti perusahaan konsol lainnya.

Model bisnis konsol tradisional biasanya menjual perangkat dengan profit margin tipis atau bahkan rugi. Perusahaan akan menutup kerugian tersebut melalui penjualan game dan layanan online. Sony dan Microsoft telah menggunakan strategi ini selama bertahun-tahun.

Valve menolak untuk mengikuti model bisnis tersebut. Mereka mengatakan Steam Machine dijual mendekati biaya produksi sebenarnya karena mereka ingin mempertahankan ekosistem PC yang terbuka, dan tidak ingin menimpuk layanan-layanan yang mungkin tidak diinginkan pengguna.

Valve Tetap Optimis, Anggap Ini Waktu Yang Tepat

Harga yang menuai kritik membuat banyak orang berpendapat bahwa Valve seharusnya menunda rilis Steam Machine, namun Valve justru menilai kalau ini momen yang tepat.

Menurut Valve, kondisi saat ini berbeda jauh dibanding ketika Steam Machine masih sekedar sebuah rencana pada 2015. Kala itu, keterbatasan Linux sebagai platform game menjadi hambatan besar. Kini Valve memiliki Proton, lapisan kompatibilitas yang memungkinkan ribuan game Windows berjalan di SteamOS tanpa banyak kendala.

Valve juga melihat keberhasilan Steam Deck sebagai bukti bahwa semakin banyak gamer tertarik pada perangkat berbasis SteamOS. Selain itu, tren PC kecil di ruang keluarga (small-form-factor PC) semakin berkembang dan tinggi peminat.

Digital Foundry mencatat bahwa Steam Machine pada dasarnya mencoba menggabungkan kenyamanan konsol dengan fleksibilitas sebuah PC, konsep yang dianggap lebih relevan sekarang dibanding satu dekade lalu.

Harga Tetap Tuai Kontra dari Internet

Meski alasan Valve cukup masuk akal secara bisnis, reaksi negatif terhadap harga Steam Machine tetap bermunculan di internet.

Di Reddit, forum Steam dan media sosial, banyak orang mempertanyakan proposisi nilai perangkat tersebut. Kritik mereka yang paling besar adalah spesifikasi Steam Machine dianggap tidak cukup mumpuni sampai layak mematok harga lebih dari seribu dolar AS. Banyak yang berpendapat bahwa PC rakitan dengan harga serupa bisa memberikan performa lebih tinggi dibandingkan yang ditawarkan Steam Machine.

Sebagian orang juga membandingkan situasi ini dengan Steam Deck, yang dulu terkenal karena menawarkan harga yang relatif terjangkau untuk spesifikasi yang bagus. Kini, banyak yang merasa Valve kehilangan keunggulan tersebut.

Ada pula kelompok yang membela Valve. Mereka menilai Steam Machine bukan pesaing langsung konsol seperti PS5 atau Xbox, melainkan PC gaming premium yang dirancang untuk penggunaan di ruang keluarga. Dalam perspektif ini, harga tinggi dianggap sebagai konsekuensi dari filosofi perangkat yang dapat diubah dan diperbaharui sesuka hati pengguna.

Saat ini, tantangan terbesar Steam Machine adalah persepsi publik.

Ulasan-ulasan yang diberikan jurnalis tentang Steam Machine memuji desain perangkat yang ringan, senyap, dan elegan. Namun sejumlah pengulas mempertanyakan performa dan nilai yang ditawarkan dibanding PC rakitan di kisaran harga yang sama.

Jika Valve gagal meyakinkan konsumen soal nilai produk mereka, maka Valve terancam akan menghadapi kegagalan dalam mengejar pasar yang mereka inginkan.

Sumber: XDA Developers, The Verge

Bagikan Artikel: