Tiba di Meksiko untuk Piala Dunia 2026, Timnas Iran Kenakan Pin Angka 168
Jakarta — Rombongan tim nasional sepak bola Iran telah resmi mendarat di Tijuana, Meksiko, pada Minggu (7/6/2026) untuk menjalani pemusatan latihan akhir menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Kedatangan skuad yang dikenal dengan julukan Team Melli ini menarik perhatian publik menyusul keputusan para pemain untuk menyematkan pin khusus bertuliskan angka "168" pada pakaian resmi mereka.

Pemain Timnas Iran dengan lencana berwarna emas 168 - Getty
Pihak Kedutaan Besar Iran di Meksiko mengonfirmasi bahwa penggunaan lencana tersebut merupakan sebuah bentuk penghormatan dan aksi solidaritas bagi para korban sipil di dalam negeri. Angka 168 tersebut merujuk pada jumlah korban tewas, yang sebagian besar merupakan anak-anak sekolah, akibat serangan udara militer yang menghantam wilayah Minab, Iran selatan, pada akhir Februari 2026 lalu.
Rangkaian Aksi Solidaritas Kemanusiaan di Lapangan
Aksi mengenakan pin di Meksiko ini merupakan kelanjutan dari sikap konsisten yang ditunjukkan oleh para penggawa tim nasional Iran dalam menyuarakan isu kemanusiaan. Sebelumnya, pada pertandingan uji coba melawan Nigeria yang berlangsung Maret lalu, para pemain Iran memasuki lapangan pertandingan dengan membawa ransel sekolah sebagai simbolis tribut bagi para pelajar yang menjadi korban dalam tragedi di Minab.
Selain menyematkan lencana tersebut pada seragam resmi, terdapat laporan normatif bahwa Federasi Sepak Bola Iran sempat mengkaji usulan untuk mendaftarkan nama skuad secara simbolis dengan atribut "Minab 168" selama turnamen berlangsung. Langkah ini diambil guna memastikan perhatian publik internasional terhadap pemulihan kondisi kemanusiaan di wilayah terdampak konflik tetap terjaga.
Kendala Administrasi Pemusatan Latihan dan Visa
Pemilihan kota Tijuana, Meksiko, sebagai basis latihan Timnas Iran merupakan langkah antisipatif akibat kendala diplomasi teknis dengan salah satu negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat. Berdasarkan pembagian grup oleh FIFA, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, di mana seluruh pertandingan fase grup dijadwalkan berlangsung di wilayah AS.
Manajemen tim nasional Iran terpaksa memindahkan lokasi pemusatan latihan yang semula direncanakan di Arizona, AS, menuju Meksiko menyusul adanya hambatan dalam proses penerbitan visa bagi para pemain dan staf kepelatihan oleh otoritas imigrasi Amerika Serikat.
Pemain senior Iran, Ehsan Hajsafi, menyampaikan sanksi administratif dan regulasi ketat dari FIFA terkait pembatasan akses masuk ini. Berdasarkan laporan internal tim, otoritas terkait hanya memberikan izin masuk (entry permit) ke wilayah Amerika Serikat pada hari pertandingan resmi berjalan. Regulasi tersebut mengharuskan skuad Iran melakukan mobilisasi perjalanan bolak-balik lintas batas negara dari pangkalan latihan mereka di Meksiko menuju stadion pertandingan segera setelah laga selesai dilaksanakan.
Sumber: Bolacom