Harga GTA 6 Tembus US$80, Analis Sebut Belum Tentu Jadi Standar Baru Industri Game
Setelah bertahun-tahun dinantikan, Rockstar Games akhirnya mengumumkan harga resmi Grand Theft Auto VI (GTA 6) sekaligus membuka masa pre-order. Game ini dijual mulai US$79,99 (sekitar Rp1,3 juta) untuk edisi standar, sementara Ultimate Edition dibanderol US$99,99 (sekitar Rp1,6 juta). Pengumuman tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan gamer, terutama karena sejumlah fitur dalam game hanya tersedia bagi pembeli edisi termahal.

Sumber: Rockstar Games
Selain harga yang lebih tinggi dibanding standar industri sebelumnya, Rockstar juga mengonfirmasi bahwa edisi fisik GTA 6 tidak akan berisi kaset (disc). Kotak fisik hanya menyertakan kode unduhan digital, mengikuti tren distribusi game modern.
Perbedaan terbesar antara Standard Edition dan Ultimate Edition bukan sekadar kosmetik. Pembeli Ultimate Edition memperoleh akses ke kendaraan eksklusif, senjata khusus, pakaian, tato, misi tambahan, hingga sejumlah toko dan lokasi yang tidak dapat diakses pemain edisi standar.
Seluruh pembeli yang melakukan pre-order, baik Standard maupun Ultimate Edition, tetap memperoleh Vintage Vice City Pack, yang berisi kendaraan klasik, skin senjata bertema Vice City, serta bonus kosmetik. Pembeli versi digital juga mendapatkan langganan GTA+ gratis selama satu bulan.
Yang paling banyak menuai kritik adalah keputusan Rockstar menempatkan beberapa lokasi dan fitur gameplay di balik Ultimate Edition.
Media game Polygon menilai langkah ini berbeda dari strategi Rockstar sebelumnya karena akses ke beberapa toko dan aktivitas dalam dunia permainan kini bergantung pada edisi yang dibeli pemain. Banyak penggemar menganggap model tersebut menyerupai praktik "paywall" yang selama ini lebih umum ditemukan pada layanan live service dibanding game single-player premium.
Meski demikian, Rockstar memastikan pemain tetap dapat meningkatkan (upgrade) Standard Edition menjadi Ultimate Edition setelah game dirilis.
Harga US$79,99 sempat memunculkan spekulasi bahwa industri game akan kembali menaikkan standar harga game AAA. Namun sejumlah analis menilai GTA 6 merupakan kasus yang unik.
Menurut firma riset pasar Ampere Analysis, GTA 6 memiliki kekuatan merek dan tingkat antisipasi yang jauh di atas rata-rata sehingga Take-Two Interactive memiliki ruang untuk menetapkan harga lebih tinggi tanpa harus diikuti penerbit lain. Banyak publisher justru diperkirakan masih akan berhati-hati menaikkan harga karena risiko penurunan penjualan untuk judul yang tidak memiliki popularitas sebesar GTA. Dengan kata lain, keberhasilan strategi harga GTA 6 belum otomatis menjadikan US$80 sebagai standar baru bagi seluruh industri game.
Meski menuai kritik soal harga dan absennya kaset fisik, prospek penjualan GTA 6 tetap sangat kuat.
Take-Two Interactive mempertahankan jadwal peluncuran pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S. Analis memperkirakan permintaan yang sangat tinggi akan membuat game ini menjadi salah satu peluncuran terbesar dalam sejarah industri video game, bahkan berpotensi menghasilkan miliaran dolar pada tahun pertamanya.