Memuat tanggal...
Logo
Kisah Penebusan Ferran Torres, Dari Gol Dianulir hingga Gol Penentu Juara Dunia
Sport 20 July 2026, 14:38 WIB Shaddam Putra

Kisah Penebusan Ferran Torres, Dari Gol Dianulir hingga Gol Penentu Juara Dunia

Sebuah momen menarik terjadi di fase grup Piala Dunia 2026, dalam laga Spanyol kontra Arab Saudi.

Ferran Torres, striker punggawa La Furia Roja, sempat merayakan gol yang ia yakini akan menjadi gol pertamanya di Piala Dunia. Namun, perayaan itu tak bertahan lama ketika wasit menghentikan laga untuk menunggu hasil pemeriksaan VAR.

Sumber: Instagram/elenagduran

Kamera televisi kemudian menyorot wajah Ferran. Sejumlah pembaca gerak bibir meyakini penyerang Barcelona itu menggumamkan “por favor, que sea gol,” atau dalam bahasa Indonesia, “tolong, jadikan itu gol.” Ia tampak benar-benar berharap keputusan berpihak kepadanya. Namun, harapan itu pupus ketika VAR menganulir gol tersebut karena offside. Ferran hanya bisa menatap kosong lapangan ketika namanya terhapus dari papan skor.

Bagi Ferran Torres, momen itu terasa seperti salah satu dari sederet ujian panjang yang ia hadapi sepanjang kariernya.

Ferran memang selalu dikenal sebagai pemain yang mampu menempatkan dirinya dalam posisi-posisi mematikan, tetapi seringkali gagal mengakhiri kesempatan dengan gol. Setiap kali dirinya gagal, cuplikan peluang yang pupus hampir selalu viral di media sosial. Ia menjadi salah satu pemain Spanyol yang paling sering dijadikan bahan lelucon oleh penggemar sepak bola di media sosial, meskipun ketika statistik golnya sebenarnya cukup baik dibandingkan jumlah menit bermainnya.

Musim 2025/2026-nya bersama Barcelona sebenarnya menjadi salah satu musim terbaiknya. Ferran tampil jauh lebih produktif dan berkontribusi besar di lini depan Blaugrana. Namun, reputasi yang telah bertahun-tahun melekat padanya membuat banyak orang tetap meragukan kemampuannya dalam mencetak gol. Seolah-olah apapun yang ia lakukan tidak pernah cukup untuk menghapus cap pada dirinya sebagai pemain yang tidak bisa diandalkan di momen besar.

Mungkin, itulah sebab reaksinya terhadap golnya yang dianulir begitu emosional. Ia hampir terlihat putus asa, tak bisa membuktikan bahwa dirinya bisa diandalkan di tingkat klub dan negara.

Tak ada yang menyangka, kalimat lirih itu justru menjadi pembuka dari salah satu kisah paling indah dalam sejarah sepak bola Spanyol.

Sepanjang turnamen, Ferran dibayangi oleh rekan-rekan setimnya. Sorotan lebih banyak tertuju kepada Lamine Yamal, Rodri, hingga lini belakang Spanyol yang tampil ciamik. Ferran lebih sering menjadi pemain pelapis pengganti Mikel Oyarzabal, sebagai seseorang yang masuk ketika lawan mulai lelah dan kehilangan konsentrasi.

Meskipun begitu, pelatih Spanyol Luis de la Fuente tidak pernah kehilangan kepercayaan kepadanya. Kepercayaan itu pun akhirnya terbayar di panggung terbesar.

Pada final Piala Dunia 2026 melawan Argentina, pertandingan berlangsung sangat ketat. Spanyol mendominasi penguasaan bola dan terus menggempur pertahanan lawan, tetapi Emiliano Martínez berkali-kali menggagalkan peluang mereka. Gaya bermain Argentina yang keras berhasil membuat lini serang Spanyol terasa tumpul, dan memaksa pertandingan berlanjut hingga extra time.

Sumber: Getty

Lalu, datang menit ke-106.

Nico Williams menerima bola dari sisi kiri di dalam kotak penalti, dan ia mengumpankannya pada Ferran Torres. Sang striker, yang kembali masuk sebagai pemain substitusi, menyambutnya dengan finishing keras yang tak mampu dihentikan Martínez.

Kali ini, tidak ada bendera offside.

Tidak ada pemeriksaan VAR.

Tidak ada lagi permohonan agar golnya disahkan.

Golnya sah, tanpa ada pertanyaan atau perdebatan.

Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam final sekaligus memastikan kemenangan 1-0 Spanyol atas Argentina setelah perpanjangan waktu. La Furia Roja pun resmi meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka.

Secara statistik, Ferran bukanlah pemain terbaik Spanyol di turnamen ini. Ferran juga masih jauh dari apabila disandingkan dengan penyerang-penyerang legendaris Spanyol seperti David Villa dan Fernando Torres.

Namun, ia berhasil menorehkan jejak sebagai pencetak salah satu gol paling penting sepanjang sejarah persepakbolaan Spanyol. Gol yang mengakhiri penantian 16 tahun sejak gelar juara pertama Spanyol pada 2010, yang memastikan generasi baru yang dipimpin Lamine Yamal, Rodri, Nico Williams dan Pau Cubarsí sebagai raja sepakbola dunia.

Ironisnya, pahlawan pada siang itu adalah seorang pemain yang selama bertahun-tahun diragukan karena tidak bisa mencetak gol.

Pemain yang setiap kesalahannya selalu lebih viral daripada gol-golnya.

Dan pemain yang beberapa pekan sebelumnya hanya bisa berbisik, “tolong, jadikan itu gol.”

Sepak bola memang punya cara yang aneh dalam menulis cerita. Siapa lagi yang menyangka kalau pemain itu akan mencetak gol yang mempersembahkan gelar juara dunia kedua kepada Spanyol?

Bagikan Artikel: