Memuat tanggal...
Logo
Komdigi Targetkan Internet 100 Mbps dalam Dua Tahun, Blank Spot di Pulau Jawa Masih Jadi PR
News 06 July 2026, 16:58 WIB Shaddam Putra

Komdigi Targetkan Internet 100 Mbps dalam Dua Tahun, Blank Spot di Pulau Jawa Masih Jadi PR

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan rata-rata kecepatan internet nasional mencapai 100 Mbps dalam dua tahun ke depan. Target tersebut akan diwujudkan melalui percepatan pembangunan infrastruktur digital, peningkatan investasi operator telekomunikasi, serta pemerataan akses internet hingga wilayah pinggiran dan daerah yang masih mengalami blank spot.

Sumber: Komdigi

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan konektivitas digital kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan internet yang lebih cepat, merata, sekaligus semakin terjangkau.

Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah.

Menurut Nezar, peningkatan kualitas konektivitas merupakan bagian dari visi Komdigi; "Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga", menempatkan infrastruktur digital sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi digital dan perluasan layanan publik berbasis teknologi.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong operator telekomunikasi meningkatkan belanja modal dan memperluas pembangunan jaringan. Strategi yang ditempuh meliputi perluasan jaringan serat optik (fiber optic), penguatan layanan fixed broadband, serta pemanfaatan teknologi satelit untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal.

Pemerintah juga ingin memastikan pembangunan infrastruktur digital tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tapi juga menjangkau kawasan pinggiran. Menurut Nezar, pemerataan akses internet adalah kriteria yang penting untuk dipenuhi agar transformasi digital dapat dirasakan seluruh masyarakat.

Meski pembangunan jaringan terus berlangsung, Komdigi mengakui tantangan pemerataan konektivitas masih cukup besar. Salah satunya adalah masih adanya wilayah blank spot atau daerah yang belum memperoleh layanan telekomunikasi memadai. Bahkan di Pulau Jawa sendiri, masih terdapat sejumlah titik yang belum memiliki akses sinyal memadai.

Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah-wilayah yang masih mengalami blank spot.

Nezar menilai pentingnya konektivitas semakin terlihat ketika terjadi bencana. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, masyarakat kini tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga jaringan telekomunikasi agar dapat berkomunikasi dan memperoleh informasi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan akses internet telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Target rata-rata internet 100 Mbps dalam dua tahun ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis Komdigi yang sebelumnya menargetkan peningkatan kualitas broadband nasional secara bertahap hingga mencapai 100 Mbps pada akhir dekade.

Namun, tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Berdasarkan berbagai pengukuran kecepatan internet global, performa internet Indonesia masih tertinggal dibanding banyak negara lain sehingga percepatan pembangunan jaringan, peningkatan investasi operator dan pemerataan infrastruktur menjadi faktor penting agar target tersebut dapat terealisasi.

Komdigi menegaskan akan terus bekerja sama dengan operator telekomunikasi dan berbagai pemangku kepentingan agar pembangunan infrastruktur digital dapat berlangsung lebih cepat. Harapannya, akses internet berkecepatan tinggi tidak hanya dinikmati masyarakat di kota besar, tetapi juga menjangkau seluruh pelosok Indonesia dengan harga yang semakin terjangkau.

Sumber: Komdigi, Kitadata

Bagikan Artikel: