Lebih Dari Sebulan Kemudian, Korban Gempa Venezuela Kini Capai 6.125 Jiwa
Gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela pada akhir Juni lalu terus meninggalkan luka yang belum sembuh. Lebih dari sebulan setelah dua gempa besar berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo mengguncang negara tersebut, jumlah korban jiwa kini telah menembus angka 6.000 orang. Pemerintah Venezuela pada Senin (3/8/2026) mengonfirmasi sedikitnya 6.125 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut, sementara puluhan ribu lainnya masih berjuang memulihkan kehidupan mereka.

Sumber: Ariana Cubillos/AP Photo
Data terbaru yang disampaikan Presiden Majelis Nasional Jorge RodrÃguez menunjukkan hampir 61.000 orang telah mendapatkan perawatan di rumah sakit sejak bencana terjadi. Meski operasi penyelamatan telah berakhir, proses pemulihan masih berjalan lambat. Pemerintah mengakui baru sekitar 16,5 persen puing bangunan yang berhasil dibersihkan dari wilayah terdampak, menandakan skala kehancuran yang jauh lebih besar daripada yang terlihat pada hari-hari pertama setelah gempa.
Wilayah pesisir La Guaira menjadi daerah yang mengalami kerusakan paling parah. Ribuan rumah hancur atau rusak berat, memaksa banyak keluarga tinggal di tempat penampungan sementara atau mengungsi ke daerah lain yang dianggap lebih aman. Sebagian penyintas memilih meninggalkan kampung halaman mereka demi memulai hidup baru, meski harus berpisah dengan keluarga yang masih bertahan di daerah bencana.
Di tengah proses rekonstruksi, pemerintah sementara yang dipimpin Delcy RodrÃguez juga menghadapi kritik dari berbagai pihak. Sejumlah warga dan organisasi sipil menilai respons awal pemerintah berjalan terlalu lambat sehingga mengurangi peluang menyelamatkan korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan. Pemerintah membantah tudingan tersebut dan menyatakan seluruh sumber daya yang tersedia telah dikerahkan sejak hari pertama bencana.
Tantangan Venezuela pun belum berakhir. Para ahli memperingatkan bahwa ancaman berikutnya bukan lagi hanya reruntuhan bangunan, tetapi juga krisis kesehatan dan lingkungan. Tumpukan puing dalam jumlah besar berpotensi mencemari lingkungan, sementara keterbatasan air bersih dan fasilitas sanitasi meningkatkan risiko penyebaran penyakit di lokasi pengungsian. Artinya, meski gempa telah berlalu, dampaknya kemungkinan masih akan dirasakan masyarakat Venezuela dalam waktu yang lama.