Merger Paramount-Warner Bros Hadapi Gelombang Gugatan, Ini Alasan Para Penentangnya
Rencana akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount senilai sekitar US$110 miliar kembali menghadapi hambatan. Setelah sebelumnya digugat oleh sejumlah negara bagian di Amerika Serikat, kini giliran Writers Guild of America (WGA) atau serikat penulis naskah Hollywood yang membawa kasus tersebut ke pengadilan federal di San Francisco.

Sumber: Reuters
Dalam gugatan yang diajukan pada Selasa (14/7/2026) waktu setempat, WGA menilai merger dua perusahaan hiburan besar itu akan mengurangi persaingan di industri film dan televisi Amerika Serikat. Serikat yang mewakili sekitar 18.000 penulis naskah tersebut berpendapat bahwa semakin sedikit jumlah studio besar, semakin kecil pula peluang kerja bagi para penulis. Akibatnya, posisi tawar mereka dalam negosiasi kontrak maupun upah juga akan semakin melemah.
WGA juga mengacu pada putusan pengadilan yang sebelumnya menggagalkan akuisisi Simon & Schuster oleh Penguin Random House. Menurut mereka, kasus tersebut menunjukkan bahwa hukum anti monopoli dapat diterapkan ketika sebuah merger berpotensi mengurangi pilihan bagi para pekerja kreatif.
Penolakan terhadap merger ini sebenarnya sudah muncul sehari sebelumnya. California bersama 11 negara bagian Amerika Serikat lebih dulu mengajukan gugatan untuk menghentikan transaksi tersebut. Koalisi jaksa agung itu menilai perusahaan hasil merger akan memiliki kekuatan pasar yang terlalu besar dalam distribusi film maupun televisi berbayar, sehingga berisiko mengurangi persaingan di industri hiburan.
Menurut para penggugat, dampaknya akan dirasakan oleh pekerja kreatif dan masyarakat. Dengan berkurangnya jumlah studio besar, pilihan tempat bekerja bagi penulis, sutradara, aktor hingga kru produksi akan semakin sedikit. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat perusahaan hasil merger memiliki posisi yang lebih kuat untuk menentukan besaran upah maupun syarat kontrak kerja.
Selain itu, para penentang merger juga menilai perusahaan gabungan kemungkinan akan memangkas produksi demi efisiensi biaya. Jika hal itu terjadi, jumlah film dan serial yang diproduksi bisa berkurang dan keberagaman proyek baru akan ikut menyusut. Mereka juga khawatir dominasi perusahaan yang semakin besar pada akhirnya akan mempengaruhi pilihan hiburan yang tersedia bagi konsumen dan membuat persaingan di industri semakin tidak sehat.
Paramount membantah seluruh tuduhan tersebut. Perusahaan menyatakan merger justru akan memperkuat industri hiburan Amerika Serikat dengan meningkatkan kapasitas produksi. CEO Paramount, David Ellison, sebelumnya mengatakan perusahaan gabungan berencana merilis sekitar 30 film layar lebar setiap tahun dan menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi penulis maupun pekerja kreatif lainnya.
Artikel Terkait
Bos Sindikat Jual Bayi Divonis 7 Tahun, Hukuman yang Dinilai Belum Sebanding dengan Kejahatannya
2 days ago
Aktivis Pro-Palestina Diisolasi 23 Jam Sehari, Irlandia Desak Jerman Beri Penjelasan
3 days ago
Dana Pakan Satwa Diduga Dikorupsi Rp10 Miliar, Mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditahan
3 days ago