Mulai 2028, Sony Tak Lagi Produksi Kaset Game PlayStation
Sony Interactive Entertainment mengumumkan perubahan besar dalam strategi distribusi game PlayStation. Mulai Januari 2028, seluruh game baru yang dirilis untuk konsol PlayStation tidak lagi diproduksi dalam bentuk media fisik (kaset/Blu-ray disc) dan hanya tersedia dalam format digital melalui PlayStation Store maupun retailer yang menjual kode unduhan digital. Keputusan ini menandai berakhirnya era distribusi fisik yang telah menjadi bagian dari identitas PlayStation selama lebih dari tiga dekade.

Sumber: PlayStation
Dalam pengumuman resminya, Sony menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena pergeseran preferensi konsumen yang kini jauh lebih memilih membeli game secara digital dibandingkan kaset fisik. Menurut Sony, langkah ini merupakan adaptasi terhadap tren industri hiburan yang semakin meninggalkan media fisik.
Sony menegaskan bahwa perubahan ini tidak memengaruhi game yang telah dirilis ataupun yang dijadwalkan meluncur sebelum Januari 2028 dalam format fisik. Semua judul tersebut akan tetap tersedia dalam bentuk kaset seperti biasa.
Data Sony menunjukkan bahwa sekitar 80% penjualan game penuh PlayStation pada tahun fiskal 2025 sudah berasal dari distribusi digital, sehingga media fisik kini hanya menyumbang sebagian kecil dari total penjualan. Perusahaan juga mengatakan mereka akan memfokuskan sumber daya untuk mengembangkan cara baru pemain mengakses game sekaligus mempertahankan pilihan pembelian melalui PlayStation Store maupun retailer digital.
Selain menghentikan produksi kaset untuk game baru, Sony juga mengumumkan penutupan bertahap PlayStation Store di konsol lawas seperti PS3 dan PS Vita. Penutupan dimulai di sejumlah negara pada 2026 dan akan diperluas secara global pada 2027 karena sistem pembayaran lama sudah tidak lagi memenuhi standar keamanan modern. Namun, pengguna masih dapat mengunduh ulang game yang telah dibeli sebelumnya untuk sementara waktu.
Reaksi Negatif dari Industri dan Komunitas
Pengumuman Sony langsung memicu perdebatan di komunitas gaming.
Salah satu reaksi datang dari perusahaan aksesori dan penyimpanan media fisik Acryip, yang menyatakan bahwa mereka sangat atas keputusan Sony. Perusahaan tersebut menilai media fisik masih memiliki nilai penting bagi konsumen karena memberikan rasa kepemilikan yang nyata, dapat dikoleksi, dipinjamkan, dan dijual kembali. Media fisik juga dirasa penting dalam preservasi sebuah game, yang akan sulit dilakukan dalam platform digital.
Di media sosial, banyak pengguna menyampaikan kekhawatiran serupa. Hilangnya pasar game bekas serta kemampuan meminjamkan atau bertukar kaset game dengan teman menjadi poin yang paling sering bermunculan, begitu pula dengan ancaman terhadap infrastruktur digital konsol yang dapat menghapus kepemilikan game seseorang secara seketika. Selain itu, media fisik dapat mencegah monopoli harga yang dikendalikan Sony pada platform digitalnya.
Keputusan Sony dianggap sebagai bagian dari tren yang lebih luas di industri game. Beberapa penerbit telah mulai mengurangi penggunaan media fisik, bahkan ada edisi ‘fisik’ yang sebenarnya hanya berisi kode unduhan tanpa kaset di dalam kotak. Para penggiat gaming berharap bahwa tren ini tidak semakin parah dengan keputusan yang diambil Sony.
Sumber: PlayStation Blog, GameSpot
Artikel Terkait
Terjerat Pinjol Jangan Panik, Malahayati Consultant Ungkap Cara Hadapi Tekanan Kolektor
4 days ago
LPS Peringatkan Bahaya Pinjol Ilegal Paylater Dan Judi Online Bagi Anak Muda
5 days ago
Pinjol, Judol, dan Investasi Ilegal Makin Mengintai, Malahayati Consultant Edukasi Warga Srengseng
1 week ago