Memuat tanggal...
Logo
Penembakan di Sekolah Thailand, 7 Orang Meninggal dan 15 Lainnya Terluka
News 07 August 2026, 14:53 WIB Shaddam Putra

Penembakan di Sekolah Thailand, 7 Orang Meninggal dan 15 Lainnya Terluka

Suasana di sebuah sekolah di Provinsi Nonthaburi, Thailand berubah menjadi kepanikan pada Jumat (7/8/2026). Seorang siswa membuka tembakan di Debsirin Nonthaburi School, sekolah menengah yang berada di Bang Kruai, wilayah yang terletak di sebelah utara Bangkok. Sedikitnya tujuh orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk siswa yang diduga sebagai pelaku. Polisi juga melaporkan 15 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sumber: Athit Perawongmetha/Reuters

Komandan Kepolisian Provinsi Nonthaburi, Letnan Kolonel Dechrapee Kongdee, mengatakan pelaku akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri. Pejabat Kementerian Dalam Negeri Thailand mengatakan pelaku masih berada di dalam kompleks sekolah ketika laporan mengenai penembakan pertama kali muncul.

Kesaksian dari lokasi kejadian menggambarkan bagaimana para siswa berusaha menyelamatkan diri. Seorang saksi mengatakan para siswa bersembunyi di dalam ruang kelas setelah mendengar suara tembakan dari gedung lain. Mereka baru keluar setelah polisi mengetuk pintu dan membuka jalan untuk mengevakuasi mereka.

Foto-foto dari lokasi memperlihatkan siswa, guru dan orang-orang yang berada di sekitar sekolah berkumpul di luar gedung. Sebagian tampak saling menenangkan, sementara polisi dan petugas darurat bergerak di sekitar sekolah untuk memastikan situasi telah aman.

Debsirin Nonthaburi bukan sekolah kecil. Pada tahun ajaran 2025, sekolah tersebut tercatat memiliki sekitar 3.100 siswa dan 147 guru. Sekolah ini juga merupakan bagian dari jaringan sekolah menengah Debsirin yang memiliki sejarah panjang dan didirikan dengan dukungan keluarga kerajaan Thailand. Alumni jaringan sekolah tersebut mencakup sejumlah perdana menteri, akademisi, dan penulis.

Penembakan ini kembali menyoroti persoalan kekerasan bersenjata di Thailand. Negara tersebut memang memiliki tingkat kepemilikan senjata api sipil yang relatif tinggi di kawasan Asia Tenggara, sementara sejumlah penembakan massal dalam beberapa tahun terakhir telah menimbulkan kekhawatiran mengenai akses terhadap senjata.

Namun, untuk insiden di Debsirin Nonthaburi, motif penembakan maupun bagaimana pelaku memperoleh senjata masih menjadi bagian dari penyelidikan. Karena itu, sejumlah detail mengenai kejadian masih dapat berubah seiring polisi mengumpulkan informasi dari saksi dan pihak sekolah.

Bagikan Artikel: