Memuat tanggal...
Logo
PT. Malahayati Gandeng Pemuda Pancasila, Ribuan Warga Padati Gema Sholawat Kebangsaan
News 29 June 2026, 14:08 WIB Muhammad Aldiyansyah Rizqi

PT. Malahayati Gandeng Pemuda Pancasila, Ribuan Warga Padati Gema Sholawat Kebangsaan

YOGYAKARTA — Lapangan Trirenggo, Bantul, berubah menjadi lautan manusia pada Minggu malam (28/6/2026). Ribuan masyarakat, didominasi oleh generasi muda pencinta sholawat, berkumpul bukan sekadar untuk mencari ketenangan spiritual, melainkan menyaksikan sebuah kolaborasi kultural dan gerakan sosial yang tidak biasa.

Sambutan CEO PT. Malahayati Nusantara Raya, Ahmad Maulana (Ujay). (Dok. Mative Media)

Acara bertajuk “Pemuda Pancasila Bantul Bersholawat Memperingati Hari Lahir Pancasila dan Sholawat Kebangsaan” sukses digelar. Menariknya, inisiasi ini datang dari PT. Malahayati Nusantara Raya, yang menggandeng organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila (PP) MPC Bantul.

Daya Tarik Magnet Kultural: Gus Miftah dan Macul Langit

Bagi gen-Z dan milenial religius, magnet utama malam itu tak lain adalah kehadiran tokoh-tokoh ikonik yang akrab di linimasa mereka.

Gus Miftah hadir sebagai penceramah, sang dai kondang membawakan orasi kebangsaan dengan gaya khasnya yang cair, blak-blakan, namun tetap sarat esensi toleransi.

Selain itu, Gus Yusuf Macul Langit hadir memimpin tim hadroh untuk memandu lantunan sholawat, berhasil menghidupkan suasana lapangan menjadi magis dan penuh energi positif.

Bupati Bantul: Berharap Warga Makin 'Rukun'

Apresiasi besar datang langsung dari birokrasi pemerintahan setempat. Bupati Bantul, Bapak H. Abdul Halim Muslih, yang turut hadir di tengah massa memberikan catatan positif terkait kolaborasi lintas sektor ini.

Sambutan Bupati Bantul, Bapak H. Abdul Halim Muslih. (Dok. Mative Media)

Dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh PT. Malahayati yang bekerja sama dengan Pemuda Pancasila Bantul seperti ini semoga warga Bantul bisa semakin rukun warganya, adem ayem, tentrem, agar menjalankan ibadah jadi lancar,

Bagi masyarakat Bantul, pesan ini menjadi pengingat pentingnya stabilitas sosial di akar rumput agar aktivitas spiritual dan ekonomi warga dapat berjalan beriringan tanpa hambatan.

Satu Visi Melawan 'Judol' dan 'Pinjol' yang Meresahkan

Melihat logo korporasi bersanding dengan seragam loreng oranye Pemuda Pancasila dalam sebuah panggung sholawat besar mungkin sempat memantik tanda tanya publik. Namun, Ketua MPC Pemuda Pancasila Bantul, Bapak Adi Susanto SH, CTL, langsung mengonfirmasi arah strategis di balik kemitraan mengejutkan ini.

Sambutan Ketua MPC Pemuda Pancasila Bantul, Bapak Adi Susanto SH, CTL. (Dok. Mative Media)

Bukan sekadar seremonial, kolaborasi ini ternyata membawa misi sosial yang sangat krusial dan relevan dengan keresahan anak muda serta keluarga kelas pekerja hari ini: perang melawan judi online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol).

Alhamdulillah di tahun 2026, kami ditemukan oleh mitra kami PT. Malahayati Nusantara Raya yang mana basic perusahaan nya sama seperti cita-cita dan visi kami untuk bersama-sama melawan pinjol dan judol yang meresahkan warga masyarakat.

Lebih lanjut, Adi menekankan bahwa esensi dari berkumpulnya ribuan orang malam itu adalah investasi spiritual terkecil yang bisa mereka lakukan bersama.

Tujuannya acara ini diantaranya sekecil-kecilnya kesempatan, sekecil-kecilnya perbuatan mudah-mudahan kami dan panjenengan yang hadir semuanya Allah SWT mencatatnya sebagai amal pahala kebaikan.

Sinergi Baru di Akar Rumput

Acara yang berlangsung tertib hingga akhir ini menyisakan catatan penting bagi lanskap sosial di Bantul. Ketika narasi kebangsaan mulai terasa berjarak di ruang digital, aksi nyata di Lapangan Trirenggo membuktikan bahwa sholawat tetap menjadi media pemersatu paling ampuh.

Kolaborasi PT. Malahayati Nusantara Raya dan Pemuda Pancasila Bantul telah menggeser tren, membuktikan bahwa korporasi dan ormas kini bisa melebur untuk mengintervensi isu sosial yang nyata menjadikan panggung religi sebagai ruang konsolidasi melawan ancaman finansial modern seperti judol dan pinjol.

Reporter: Muhammad Aldiyansyah Rizqi

Bagikan Artikel: