Memuat tanggal...
Logo
Puluhan Prajurit Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Kasus Korupsi, Ini Kronologinya
News 09 July 2026, 21:42 WIB Shaddam Putra

Puluhan Prajurit Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Kasus Korupsi, Ini Kronologinya

Suasana di Polda Metro Jaya sempat memanas pada Kamis (9/7/2026) dini hari setelah puluhan pria berambut cepak yang diduga merupakan anggota TNI mendatangi kompleks kepolisian. Peristiwa itu terjadi hanya beberapa jam setelah penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri melakukan serangkaian penggeledahan terkait penyidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang menyeret nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Sumber: Tempo/Amston Probel

Berdasarkan sejumlah laporan, rombongan tersebut tiba sekitar pukul 03.30 WIB menggunakan delapan kendaraan sipil. Mereka terlihat berada di sekitar Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Sejumlah sumber menyebut kedatangan mereka diduga berkaitan dengan seseorang yang sedang diperiksa penyidik, meski informasi itu belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh kepolisian.

Situasi itu membuat pengamanan di Mapolda Metro Jaya diperketat. Kendaraan taktis Brimob disiagakan di pintu masuk, sementara pengunjung yang hendak memasuki area Polda sempat diwajibkan menjalani pemeriksaan identitas. Pelayanan kepada masyarakat sempat dibatasi sebelum akhirnya kembali berjalan normal pada pagi hari, meski penjagaan tetap diperketat.

Peristiwa tersebut langsung memicu berbagai spekulasi di media sosial. Banyak unggahan menyebut adanya upaya tekanan terhadap penyidik Polri yang sedang menangani perkara besar tersebut.

Namun, Markas Besar TNI membantah keras narasi bahwa prajuritnya "menyerbu" atau berupaya mengintervensi proses hukum di Polda Metro Jaya. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI menegaskan informasi yang beredar telah dipelintir dan berpotensi memprovokasi masyarakat. TNI meminta publik tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta menegaskan institusi tersebut tetap menghormati proses hukum yang berjalan.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya belum memberikan penjelasan rinci mengenai tujuan kedatangan rombongan tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto hanya memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung dan mengingatkan bahwa siapa pun yang mencoba menghalangi proses penyidikan dapat dijerat dengan pasal obstruction of justice atau menghalangi proses penegakan hukum.

Insiden itu terjadi setelah penyidik Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Jakarta dan Bogor. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah sebuah rumah di kawasan Sentul City yang disebut-sebut berkaitan dengan Febrie Adriansyah. Selain itu, penyidik juga menggeledah sebuah kafe di kawasan Cipete yang diduga memiliki kaitan dengan aliran dana dalam perkara yang sedang diusut. Dari rangkaian penggeledahan tersebut, polisi dikabarkan menyita berbagai aset bernilai besar, termasuk emas batangan, valuta asing, dokumen, hingga perangkat elektronik yang kini masih didalami sebagai barang bukti.

Kasus ini kini menjadi sorotan luas karena melibatkan institusi penegak hukum dan memunculkan dinamika hubungan antarlembaga. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang menyatakan adanya konflik terbuka antara Polri dan TNI. Kedua institusi sama-sama menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas serta menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

Tags: #TNI

Bagikan Artikel: