Memuat tanggal...
Logo
Saat Banyak Anak Terlelap, Bocah Ini Memilih Menemani Ibunya Ngamen Demi Ayah yang Sakit
News 20 June 2026, 16:51 WIB muhamad riski

Saat Banyak Anak Terlelap, Bocah Ini Memilih Menemani Ibunya Ngamen Demi Ayah yang Sakit

Malam itu, beberapa anak kecil terlihat menemani ibunya mengamen. Tak ada raut lelah yang berlebihan di wajah mereka. Tak ada keluhan. Padahal, di usia yang seharusnya mereka sudah tertidur pulas, memeluk guling sambil bermimpi tentang sekolah dan permainan, mereka justru masih berada di jalan, membantu sang ibu mencari nafkah demi sesuap nasi dan biaya hidup keluarga.

Sumber: Silviaarlies

Rasa penasaran membuat saya bertanya, “Ayahnya mana, Nak?”

Dengan wajah tenang dan tanpa sedikit pun menunjukkan kesedihan, salah satu anak itu menjawab pelan, “Ayah lagi sakit, Bu. Ada di rumah.”

Jawaban sederhana itu seketika membuat hati saya sesak.

Di usia yang begitu belia, anak itu terlihat lebih kuat dari banyak orang dewasa. Tidak ada nada menyalahkan keadaan. Tidak ada ekspresi marah pada hidup. Hanya ketegaran yang terpancar dari wajahnya.

Tanpa sadar, air mata saya mengalir.

Namun, yang membuat saya semakin terdiam adalah ketika anak itu justru berusaha menenangkan saya.

“Ibu jangan nangis ya. Sehat selalu, semoga banyak rezekinya.”

Saya mengucapkan terima kasih dan menyemangatinya agar tetap kuat.

Lalu dengan senyum kecil yang sulit saya lupakan, ia menjawab, “Saya nggak apa-apa, Bu. Ibu jangan nangis.”

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi rasanya seperti tamparan bagi saya, dan mungkin juga bagi banyak dari kita.

Betapa sering kita mengeluh karena hidup tidak sesuai harapan. Betapa mudahnya kita merasa paling menderita, padahal masih memiliki rumah, pekerjaan, kesehatan, dan kesempatan yang jauh lebih baik dibanding sebagian orang yang bahkan harus berjuang sejak usia dini.

Anak-anak itu mungkin tidak memiliki banyak hal. Tapi mereka memiliki sesuatu yang mahal: ketulusan, ketegaran, dan harapan.

Saya tidak sempat menanyakan nama mereka.

Namun malam itu, mereka berhasil mengajarkan saya satu hal penting; bahwa hidup memang tidak selalu mudah, tetapi mengeluh bukanlah satu-satunya cara untuk menjalaninya.

Semoga kelak banyak hal baik menanti mereka di depan sana. Semoga sang ibu selalu diberi kekuatan untuk mendampingi setiap langkah anak-anaknya. Dan semoga suatu hari nanti, anak-anak yang malam ini masih berjuang di jalanan, bisa tumbuh menjadi pribadi yang sukses dan membanggakan.

Dan untuk kita yang masih gemar mengeluh, mungkin pertanyaannya bukan lagi “Apa yang belum kita miliki?”

Melainkan, “Sudahkah kita cukup bersyukur atas apa yang selama ini Tuhan titipkan?”

Dok: Muhamad Riski

Bagikan Artikel: