Setelah Mangkrak 10 Tahun, Korea Selatan Hidupkan Proyek Rel Menuju Korea Utara
Korea Selatan memutuskan untuk menghidupkan kembali proyek jalur kereta yang telah mangkrak selama hampir satu dekade. Jalur ini memang belum akan langsung menghubungkan dua Korea, tetapi jika suatu hari hubungan membaik, rel tersebut bisa menjadi pintu masuk menuju kota Wonsan di pantai timur Korea Utara.

Sumber: AP
Pemerintah Korea Selatan mengumumkan akan melanjutkan pembangunan kembali bagian Jalur Gyeongwon yang terputus di dekat Zona Demiliterisasi (DMZ). Proyek ini pertama kali dimulai pada 2015, tetapi dihentikan setahun kemudian ketika hubungan kedua negara kembali memburuk. Kini, pemerintahan Presiden Lee Jae Myung mencoba menghidupkannya lagi sebagai bagian dari kebijakan yang lebih terbuka terhadap Korea Utara.
Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan jalur tersebut tidak hanya dipersiapkan sebagai kemungkinan koneksi menuju Wonsan di masa depan, tetapi juga akan meningkatkan akses menuju kawasan wisata perdamaian dan ekowisata di sekitar DMZ. Selain itu, proyek ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian wilayah perbatasan yang selama ini relatif tertinggal.
Langkah ini cukup menarik mengingat situasi di Semenanjung Korea masih jauh dari kondusif. Pada 2024, Korea Utara justru meledakkan jalan dan jalur kereta yang menghubungkannya dengan Korea Selatan sebagai simbol bahwa mereka tidak lagi menganggap reunifikasi sebagai tujuan bersama.
Meski begitu, Presiden Lee tetap memilih mempertahankan pendekatan dialog. Ia mengakui bahwa upaya membuka komunikasi dengan Korea Utara sering terasa seperti “berteriak ke ruang suara hampa,” namun menurutnya perdamaian dan hidup berdampingan tetap menjadi tujuan yang layak diperjuangkan sesulit apapun itu.
Pemerintah juga berencana memperluas pemanfaatan Dana Kerja Sama Antar-Korea. Selama beberapa tahun terakhir, dana tersebut jarang digunakan karena minimnya proyek bersama dengan Korea Utara. Kini, Korea Selatan ingin memanfaatkannya untuk lebih banyak program di dalam negeri sambil tetap menjaga kesiapan apabila hubungan kedua negara kembali membaik.
Meski demikian, peluang jalur kereta ini benar-benar tersambung hingga Korea Utara masih sangat bergantung pada perkembangan politik dan diplomasi di kawasan. Hubungan kedua negara masih membeku, sehingga rel kereta ini mungkin belum akan dilintasi kereta menuju Korea Utara dalam waktu dekat.