Skandal Penerbangan Kanada, Seorang Pilot Terbang 17 Tanpa Lisensi Kapten
Seorang mantan pilot senior maskapai penerbangan nasional Kanada, Geoffrey Wall, ditangkap atas dugaan penipuan. Konon, ia menjadi kapten pesawat komersial selama hampir 17 tahun tanpa memiliki lisensi.

Sumber: Montreal Gazette/John Mahoney
Menurut aparat kepolisian setempat, Wall bertugas sebagai kapten penerbangan di maskapai Air Canada antara tahun 2009 hingga 2025 tanpa memiliki Airline Transport Pilot License (ATPL). Lisensi tersebut diwajibkan bagi pilot yang memimpin penerbangan komersial berpenumpang.
Wall memang memiliki lisensi pilot komersial yang sah, sehingga secara hukum diperbolehkan menerbangkan pesawat dalam kapasitas tertentu. Namun yang dipermasalahkan adalah posisinya sebagai kapten, terutama untuk maskapai komersil besar seperti Air Canada. Wall tidak memenuhi syarat untuk menduduki posisi tersebut karena tidak mengantongi izin.
Penyelidikan mengungkap bahwa Wall telah memimpin lebih dari 900 penerbangan domestik dan internasional selama periode tersebut, dengan prakiraan ribuan penumpang yang telah terbang di bawah kendalinya. Pihak berwajib menuduh Wall telah menggunakan dokumen lisensi palsu dan berulang kali memberikan informasi yang menyesatkan kepada perusahaan maupun petugas pengawasan penerbangan.
Deputi Kepala Kepolisian setempat, Nick Milinovich, menyatakan bahwa kasus ini adalah pelanggaran yang sangat serius.
Ini seperti seorang dokter yang punya perizinan jadi dokter umum, tapi malah melakukan praktek bedah otak.
Selain tuduhan penipuan terkait lisensi, pihak berwajib juga menuduh Wall menyusun laporan palsu mengenai hilangnya dokumen penerbangan tertentu. Otoritas Kanada memperkirakan ia memperoleh sekitar 2,9 juta dolar Kanada atau setara lebih dari Rp34 miliar selama menjabat sebagai kapten maskapai.
Pihak Air Canada menyatakan bahwa mereka menemukan kejanggalan dalam dokumen Wall saat melakukan pemeriksaan administrasi rutin. Wall pun dinonaktifkan dari tugasnya, dan kasusnya dilaporkan secara sukarela kepada badan pengawas penerbangan Kanada, Transport Canada.
Meski demikian, Air Canada menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tidak pernah terancam dalam periode aktifnya Wall. Mereka menjelaskan bahwa semua pilot di bawah naungan maskapai wajib menjalani pelatihan ulang setiap enam bulan dan pemeriksaan kemampuan terbang tahunan oleh penguji bersertifikat dari Transport Canada. Dari sana, mereka mengklaim bahwa Wall selalu memenuhi standar kompetensi yang diwajibkan selama masa kerjanya.
Fakta ini yang membuat kasus tersebut menjadi kontroversial. Di satu sisi, tidak ada indikasi bahwa keselamatan penerbangan pernah terancam secara langsung. Di sisi lain, industri penerbangan modern dibangun di atas sistem berlapis yang mengandalkan kepatuhan terhadap regulasi, termasuk sertifikasi dan lisensi. Para ahli menilai bahwa jika ada seorang pilot dapat menembus berbagai lapisan pemeriksaan selama hampir dua dekade tanpa ketahuan, maka ada celah dalam sistem pengawasan yang harus dievaluasi.
Sumber: CNN, BBC
Artikel Terkait
Ketika Suara Tak Lagi Cukup, Mahasiswa Menjahit Bibir di Tengah Riuh Kunjungan Presiden
2 hours ago
Sengkarut Gaji PPPK: Komite Pengawas Keuangan Daerah Desak Evaluasi Alokasi DAU
7 hours ago
Di Tengah Budaya Sensasi, Satu Pukulan Eza Gionino Justru Menormalisasi Konflik sebagai Hiburan Publik
1 day ago