Memuat tanggal...
Logo
Timnas Korea Selatan Putuskan Boikot Media Usai Komentar Tak Pantas tentang Son Heung-min
Sport 17 June 2026, 20:15 WIB Shaddam Putra

Timnas Korea Selatan Putuskan Boikot Media Usai Komentar Tak Pantas tentang Son Heung-min

Tim nasional Korea Selatan menjadi sorotan di Piala Dunia 2026 bukan karena performa mereka di lapangan, melainkan akibat konflik besar dengan media negaranya sendiri. Para pemain Korea Selatan memutuskan memboikot aktivitas media lokal dari negara mereka setelah sejumlah jurnalis tertangkap mengeluarkan komentar yang dianggap merendahkan kapten tim, Son Heung-min, terkait riwayat wajib militernya.

Sumber: KFA

Insiden tersebut terjadi di kamp latihan Korea Selatan di Guadalajara, Meksiko. Dalam sebuah sesi latihan terbuka, beberapa wartawan Korea Selatan diduga tidak menyadari bahwa mikrofon mereka masih menyala ketika melontarkan candaan dan komentar sinis mengenai masa dinas militer Son. Rekaman percakapan itu kemudian tersebar luas dan memicu kemarahan dari skuat Korea Selatan.

Masalah wajib militer memang merupakan isu yang sangat sensitif di Korea Selatan. Umumnya, semua warga negara pria di Korsel diwajibkan menjalani sekitar 21 bulan dinas militer. Namun, atlet yang meraih prestasi internasional dapat mendapatkan pengecualian. Son menerima hak tersebut setelah membantu Korea Selatan meraih medali emas di Asian Games 2018. Ia tidak perlu menjalani periode wajib militer penuh dan hanya mengikuti pelatihan dasar selama tiga minggu pada 2020.

Komentar para jurnalis tersebut dianggap sangat tidak menghormati Son, yang selama bertahun-tahun telah menjadi simbol sepak bola Korea Selatan. Sebagai bentuk solidaritas terhadap sang bintang, para pemain memutuskan untuk tidak mengikuti kegiatan media yang tidak diwajibkan oleh FIFA. Mereka hanya menghadiri konferensi pers dan sesi wawancara yang menjadi kewajiban resmi turnamen.

Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA), mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam tindakan sejumlah anggota media tersebut. KFA menyebut komentar yang terlontar saat latihan sebagai perilaku yang tidak pantas dan menekankan komitmen mereka untuk melindungi para pemain serta menciptakan lingkungan yang saling menghormati selama Piala Dunia berlangsung.

Kontroversi ini bahkan dilaporkan berujung pada pengunduran diri salah satu pejabat media yang mendampingi tim Korea Selatan di Piala Dunia. Beberapa laporan juga menyebut bahwa permintaan maaf telah disampaikan langsung kepada Son dari pihak media, namun para pemain masih melanjutkan boikot mereka.

Situasi tersebut membuat persiapan Korea Selatan menghadapi laga penting melawan Meksiko sedikit terganggu. Padahal, kedua tim sama-sama mengawali Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dan sedang mengincar posisi teratas Grup A.

Sumber: The Athletic, BBC

Bagikan Artikel: