Wasit Somalia Omar Artan Ditolak Masuk AS, Gagal Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
Impian wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, untuk mencatat sejarah di Piala Dunia 2026 harus kandas setelah ia ditolak masuk ke Amerika Serikat.

Sumber: Sky Sports
Masuk dalam daftar 170 pengawal pertandingan yang dipilih FIFA untuk bertugas pada turnamen sepakbola terbesar di dunia, Artan sebelumnya berkesempatan menjadi wasit asal Somalia pertama yang memimpin pertandingan di Piala Dunia. Namun, saat tiba di Bandara Internasional Miami dari Istanbul pada akhir pekan lalu, ia dihadang masuk oleh petugas keamanan setempat.
Menurut pernyataan resmi Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP), seorang warga Somalia yang tiba di Miami menjalani pemeriksaan tambahan sebelum akhirnya dinyatakan tidak memenuhi syarat masuk.
Melalui juru bicara mereka, FIFA kemudian mengkonfirmasi bahwa Artan tidak akan dapat bertugas sebagai wasit di Piala Dunia 2026.
FIFA dapat mengonfirmasi bahwa Omar Abdulkadir Artan tidak dapat mengikuti pelatihan dan memimpin pertandingan di Piala Dunia FIFA 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat.
FIFA menegaskan bahwa proses visa dan imigrasi sepenuhnya berada di bawah kewenangan negara tuan rumah, dan federasi akan menghormati keputusan mereka.
Kejadian ini sangat disayangkan, karena Artan merupakan salah satu wasit paling berprestasi di Afrika saat ini. Ia telah memimpin sejumlah pertandingan penting di tingkat internasional sejak memperoleh lisensi FIFA pada 2018. Setahun yang lalu, ia dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik di Afrika oleh Confederation of African Football (CAF).
Berita tersebut memicu gelombang reaksi luas di kalangan penggemar sepak bola. Banyak pihak menilai keputusan tersebut merusak semangat inklusivitas yang selama ini menjadi salah satu nilai utama Piala Dunia.
Dari Somalia, reaksi yang muncul didominasi rasa kecewa dan frustasi. Banyak pengguna media sosial serta petinggi-petinggi di Somalia menganggap Artan sebagai simbol kemajuan negara.
Dilansir AFP, penasihat senior Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia, Ciise Aden Abshir, mengatakan bahwa Artan adalah salah satu wasit paling dihormati di Afrika dan layak mendapatkan dukungan dari komunitas sepak bola dunia. Menurutnya, pelarangan tersebut tidak hanya merugikan Artan secara pribadi, tetapi juga bertentangan dengan semangat keadilan yang selama ini dijunjung dalam sepak bola.
Insiden ini juga menambah kekhawatiran terkait kebijakan imigrasi Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026. Sejumlah insiden lain menunjukkan bahwa kebijakan visa dan pembatasan perjalanan Amerika Serikat telah menjadi permasalahan yang begitu besar jelang kick-off turnamen ini.
Tim nasional Iran menjadi salah satu contoh paling menonjol. Awalnya, Iran berencana menjadikan Tucson, Arizona, sebagai pusat latihan selama Piala Dunia. Namun karena ketidakpastian visa dan penolakan terhadap sejumlah anggota delegasi, federasi sepak bola Iran akhirnya memindahkan markas latihan mereka ke Tijuana, Meksiko. Para pemain memang akhirnya mendapatkan visa untuk bertanding di Amerika Serikat, tetapi sejumlah pejabat dan staf federasi dilaporkan tidak memperoleh izin masuk.
Masalah serupa juga dialami para pendukung sepak bola. Beragam laporan muncul mengenai pendukung dari Skotlandia dan Maroko yang kehilangan ribuan dolar setelah visa mereka ditolak atau status izin perjalanan mereka berubah menjelang keberangkatan. Banyak penggemar mengaku telah membeli tiket pertandingan, memesan hotel, dan menyiapkan perjalanan jauh hari sebelum akhirnya gagal mendapatkan izin masuk.
Mengenai kasus-kasus tersebut, pihak berwajib di AS menegaskan bahwa setiap keputusan masuk ke wilayah negara tersebut tetap ditentukan berdasarkan pertimbangan keamanan, penegakan hukum, dan informasi imigrasi yang tersedia saat pemeriksaan.
Artan sendiri menyampaikan rasa terima kasih kepada FIFA dan federasi sepak bola Afrika atas dukungan yang diberikan kepadanya. Meskipun gagal tampil di Piala Dunia, ia menegaskan akan terus melanjutkan karirnya sebagai wasit dan mendoakan rekan-rekannya yang tetap bertugas di turnamen tersebut.
Sumber: CNN, BBC Sport