Memuat tanggal...
Logo
Xiaomi Pecahkan Rekor Mobil Tanpa Pengemudi di Nürburgring, Teknologinya Siap Masuk Mobil Produksi
Tekno 26 June 2026, 22:00 WIB Shaddam Putra

Xiaomi Pecahkan Rekor Mobil Tanpa Pengemudi di Nürburgring, Teknologinya Siap Masuk Mobil Produksi

Xiaomi kembali mencuri perhatian di industri otomotif. Setelah sebelumnya mencetak berbagai rekor performa di Nürburgring, Jerman, perusahaan asal China itu kini berhasil menorehkan sejarah baru dengan mencatatkan putaran resmi pertama di sirkuit legendaris tersebut menggunakan mobil yang sepenuhnya melaju tanpa pengemudi.

Sumber: Weibo

Mobil yang digunakan adalah Xiaomi YU7 GT dengan Track Package. SUV listrik berperforma tinggi itu menyelesaikan satu putaran Nürburgring Nordschleife sepanjang 20,8 kilometer dalam waktu 10 menit 29,483 detik tanpa seorang pun berada di balik kemudi. Catatan tersebut menjadi rekor resmi pertama untuk kategori kendaraan otonom di Nürburgring.

Nürburgring dikenal sebagai salah satu sirkuit paling menantang di dunia. Lintasan yang dijuluki Neraka Hijau itu memiliki 73 tikungan, perubahan elevasi sekitar 300 meter, serta kombinasi permukaan jalan dan tikungan berkecepatan tinggi yang sering digunakan produsen mobil untuk menguji batas kemampuan kendaraan mereka.

Meski demikian, Xiaomi menegaskan bahwa tujuan utama mereka bukan sekadar mengejar rekor. Perusahaan menyebut pencapaian tersebut merupakan bagian dari proses pengembangan teknologi berkendara otonom yang nantinya akan diterapkan pada mobil-mobil produksi massal.

Menurut Xiaomi, setiap putaran di Nürburgring menghasilkan data yang sangat berharga. Pengujian dilakukan menggunakan platform perangkat lunak baru bernama XLA yang dirancang untuk memahami perilaku kendaraan saat menghadapi kondisi ekstrem.

Berbeda dengan sistem bantuan pengemudi konvensional yang bekerja berdasarkan aturan tetap, platform ini menggunakan pendekatan pemodelan kognitif sehingga mampu beradaptasi layaknya seorang manusia ketika mengambil keputusan di jalan.

Saat melaju dengan kecepatan di atas 200 km/jam, sistem harus mampu mengambil keputusan hanya dalam hitungan milidetik. Keterlambatan sepersepuluh detik saja saat melakukan pengereman dapat berakibat fatal. Karena itu, Nürburgring menjadi tempat ideal untuk menguji respons kendaraan terhadap berbagai situasi ekstrim, mulai dari kehilangan traksi (hydroplaning), jalan licin, hingga manuver darurat.

Selain perangkat lunak, Xiaomi juga memanfaatkan Track Professional Package untuk mengumpulkan data mengenai suhu komponen, performa rem, ban, dan sistem kemudi saat bekerja di bawah beban maksimal. Data dari pengemudi profesional kemudian dibandingkan dengan data yang dihasilkan sistem otonom untuk menyempurnakan algoritma kendaraan.

CEO Xiaomi menjelaskan bahwa lintasan balap hanyalah ladang uji coba untuk mengembangkan sistem keselamatan. Semua pembelajaran yang diperoleh di Nürburgring nantinya akan diterapkan ke mobil produksi melalui pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA).

Artinya, peningkatan kemampuan sistem kemudi, pengereman, hingga respons terhadap situasi darurat tidak hanya dinikmati mobil prototipe, tetapi juga kendaraan Xiaomi yang sudah digunakan konsumen sehari-hari. Xiaomi bahkan menyebut sebagian pengguna telah merasakan peningkatan performa setelah pembaruan perangkat lunak yang dirilis pada Mei lalu.

Meski berhasil mencetak sejarah, catatan waktu mobil tanpa pengemudi tersebut masih jauh dari performa pengemudi profesional.

Putaran otonom YU7 GT yang mencatat waktu 10 menit 29,483 detik sekitar tiga menit lebih lambat dibandingkan catatan YU7 GT yang dikendarai manusia di lintasan yang sama. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa sistem otonom saat ini masih mengutamakan keamanan dan konsistensi dibanding mengambil resiko demi mencetak waktu tercepat.

Namun, pencapaian ini tetap menjadi tonggak penting dalam perkembangan teknologi kendaraan otonom. Bahkan, setelah pengujian tersebut, Nürburgring memperkenalkan kategori resmi baru untuk kendaraan listrik dengan sistem Autonomous Driving.

Bagikan Artikel: