Memuat tanggal...
Logo
Gencatan Senjata Iran-Israel Masih Rapuh, Trump Ancam Cabut Dukungan untuk Israel
Politik 09 June 2026, 18:14 WIB Shaddam Putra

Gencatan Senjata Iran-Israel Masih Rapuh, Trump Ancam Cabut Dukungan untuk Israel

Gencatan senjata rapuh antara Iran dan Israel masih bertahan hingga Senin (9/6/2026), meskipun kedua negara sempat saling melancarkan serangan selama akhir pekan. Kejadian ini menjadi babak terbaru dari konflik yang telah berlangsung lebih dari 100 hari dan sempat mengancam kesepakatan gencatan senjata yang disetujui pada bulan April.

Sumber: AP Photos/Ghaith Alsayed

Iran menembakkan sejumlah rudal ke wilayah Israel sebagai respons atas serangan udara Israel di Beirut, Lebanon. Serangan tersebut merupakan serangan langsung pertama Iran terhadap Israel sejak gencatan senjata diberlakukan.

Dikutip Al Jazeera, Trump menelepon Netanyahu dan menyampaikan pesan keras bahwa Israel berisiko kehilangan dukungan Amerika Serikat apabila memperparah perang dengan Iran. Trump mengklaim bahwa Israel akan bergerak sendiri tanpa AS, jika mereka melanjutkan agresi militer mereka.

Pemerintah Iran menyatakan akan menghentikan operasi militernya selama Israel juga menghentikan agresi mereka, termasuk serangan terhadap Lebanon. Namun, mereka menegaskan bahwa mereka akan melanjutkan serangan apabila Israel melanggar kesepakatan tidak tertulis tersebut.

Iran juga menyatakan bahwa angkatan bersenjata negara tetap berada dalam kondisi siaga penuh. Otoritas Iran menyebut kemungkinan pecahnya kembali perang masih sangat besar dan memperingatkan bahwa setiap serangan baru akan dibalas secara langsung.

Sikap tersebut mencerminkan ketidakpercayaan Iran terhadap niat Israel maupun Amerika Serikat. Sejumlah pejabat Iran menuduh AS sebenarnya tidak sungguh-sungguh menginginkan dialog maupun gencatan senjata permanen, kendati upaya diplomasi dari Trump.

Trump sendiri tetap menunjukkan optimisme bahwa kesepakatan yang lebih permanen dapat segera dicapai. Presiden AS itu menyatakan bahwa Israel dan Iran sedang mengupayakan gencatan senjata secepat mungkin, dan pembicaraan terhadap tujuan tersebut masih berlangsung.

Trump juga mengisyaratkan bahwa negosiasi yang lebih luas dengan Iran hampir mencapai tahap akhir. Kesepakatan tersebut dapat membuka jalan bagi normalisasi situasi keamanan di kawasan serta pemulihan lalu lintas pelayaran internasional di Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir terganggu akibat konflik.

Dilansir BBC, sejumlah analis menilai bahwa penghentian serangan antara Iran dan Israel saat ini masih jauh dari stabil. Kedua pihak memang menghentikan serangan langsung mereka, tetapi ancaman pembalasan terus disampaikan secara terbuka. Situasi itu membuat kawasan Timur Tengah tetap berada di ambang eskalasi baru, terutama jika terjadi insiden di Lebanon atau kegagalan dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Bagi pemerintahan Trump, keberhasilan menjaga gencatan senjata menjadi semakin penting karena Washington sedang berupaya mengubah penghentian sementara pertempuran menjadi kesepakatan politik yang lebih permanen. Namun, dengan Israel dan Iran sama-sama menegaskan hak mereka untuk merespons setiap provokasi, risiko pecahnya kembali perang masih tetap tinggi.

Sumber: Al Jazeera, BBC

Bagikan Artikel: