Memuat tanggal...
Logo
Said Iqbal Resmi Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Janji Tidak Akan Berhenti Kritis
Politik 08 June 2026, 20:29 WIB Shaddam Putra

Said Iqbal Resmi Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Janji Tidak Akan Berhenti Kritis

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia dan Ketua Umum Partai Buruh Indonesia, Said Iqbal, resmi diangkat menjadi Penasihat Khusus bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh pada hari Senin (8/6/2026) di Istana Negara. Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 58/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Sumber: CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana

Dalam prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Said Iqbal mengucapkan sumpah jabatan bersama sejumlah pejabat lain, termasuk pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang.

Dari pernyataan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, penunjukkan Said Iqbal berkaitan dengan janji Prabowo pada peringatan Hari Buruh 2025.

Kurang lebih satu tahun lalu, pada peringatan May Day 2025, ada kehendak untuk kita membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh. Namun, setelah kita coba pelajari, ada beberapa hal yang kemudian membuat kita merasa bahwa segala sesuatu yang ingin dicapai dengan adanya dewan buruh tersebut bisa dicari melalui skema yang lain.

Said Iqbal sendiri menyatakan bahwa ia menerima posisi ini setelah berdiskusi bersama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan organisasi-organisasi buruh lainnya.

Karena secara platform perjuangan, keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada kaum rakyat kecil, termasuk buruh, petani, nelayan, dan guru, mendorong kami untuk bersama-sama beliau memberikan masukan serta menjaga keseimbangan.

Pengangkatan ini memunculkan beragam reaksi dari publik dan kalangan pekerja. Sebagian pihak menyambut positif langkah tersebut karena dinilai dapat membuka jalur komunikasi yang lebih langsung antara pemerintah dan kelompok buruh. Banyak pendukungnya berharap pengalaman Said Iqbal sebagai tokoh serikat pekerja dapat membantu memperjuangkan isu upah, perlindungan tenaga kerja, hingga kesejahteraan buruh dari dalam pemerintahan.

Namun, tidak sedikit pula yang menanggapi penunjukan ini dengan skeptis. Sejumlah warganet dan aktivis menilai masuknya Said Iqbal ke lingkaran Istana berpotensi mengurangi independensi gerakan buruh, mengingat selama ini ia dikenal sebagai salah satu figur paling vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah.

Said sendiri menekankan bahwa posisi ini tidak akan membuatnya berhenti kritis dengan pemerintahan, dan ia akan terus memperjuangkan hak-hak buruh. Lebih dari itu, ia justru akan memanfaatkan posisinya untuk memberi data dan anjuran langsung kepada presiden.

Saya memberanikan diri berikhtiar dan berijtihad bahwa saya juga harus memberikan keseimbangan terhadap hal-hal yang ingin diperjuangkan oleh kaum buruh. Secara demokratis, hal itu tidak akan mengurangi daya kritis kami terhadap persoalan-persoalan perburuhan. Saya pikir itu saja.

Di sisi lain, ada pula pandangan bahwa langkah ini justru bisa menjadi strategi baru pemerintah Prabowo untuk meredam jarak antara negara dan kelompok buruh. Dengan menempatkan tokoh buruh langsung di lingkar pengambilan kebijakan, pemerintah dinilai mencoba menunjukkan bahwa isu ketenagakerjaan menjadi salah satu prioritas utama kabinet.

Saat ini, publik harus menunggu sejauh mana Said Iqbal mampu menjaga keseimbangan antara posisinya sebagai pejabat negara dan perannya sebagai representasi suara buruh.

Sumber: ANTARA, CNBC Indonesia

Bagikan Artikel: