Memuat tanggal...
Logo
Ratusan Juta Orang Sakit akibat Makanan Tidak Aman, WHO Peringatkan Ancaman Global
News 04 June 2026, 21:08 WIB Shaddam Putra

Ratusan Juta Orang Sakit akibat Makanan Tidak Aman, WHO Peringatkan Ancaman Global

Data terbaru dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa 866 juta orang di seluruh dunia terjangkit penyakit akibat makanan yang tidak aman dikonsumsi, dengan 1,5 juta orang meninggal. Berdasarkan data tersebut, anak-anak di bawah lima tahun adalah yang paling terdampak, mencakupi 29% dari kasus penyakit.

Sumber: UNICEF/Ilvy Njiokiktjien

Dari semua penyakit yang dapat disebarkan makanan, bakteri dan virus seperti E. coli menjadi pelaku terbesar—mencakupi 860 juta kasus penyakit dalam satu tahun.

Namun, penyebab kematian akibat makanan justru berasal dari sumber yang tidak alami, yakni kontaminasi zat kimia. Diketahui bahwa kontaminasi dari zat-zat seperti warangan, merkuri dan timah menjadi penyebab dari 73% kasus kematian, menimbulkan penyakit seperti kanker dan gagal jantung.

Zat-zat tersebut bisa masuk makanan melalui penggunaan bahan yang tidak layak, air yang terkontaminasi, dan proses polusi lewat lingkungan sekitar dan aktivitas industri.

Menurut Petugas Teknis WHO Yuki Minato, pemanasan global dan pergantian iklim akan memperbesar penyebaran kontaminasi dengan naiknya suhu udara dan air beserta pergantian kelembaban yang selalu berubah-ubah.

Dengan paparan data tersebut, WHO berharap negara-negara di PBB lebih memperhatikan keamanan pangan. Dirijen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa setiap pemerintahan harus memperbarui regulasi terhadap risiko pengendalian pangan, dan produsen serta konsumen makanan harus memperhatikan kebersihan dan keamanan makanan.

Makanan tidak aman selalu menjadi kekhawatiran kesehatan di masyarakat, tapi sampai sekarang kita tidak punya gambaran mengenai seberapa besar efeknya. Data ini mengubah fakta tersebut.

WHO sendiri siap membantu setiap negara dalam proses pemantauan serta penyusunan regulasi, sekaligus melakukan sosialisasi terhadap publik tentang pentingnya menjaga keamanan makanan.

Bagikan Artikel: